BALI (POSBERITAKOTA) – Warga Desa Adat Banyuasri, Buleleng, Bali, membangun rumah konservasi penyu hijau di Pantai Camplung. Pembangunan ini berlangsung pada penghujung Mei 2020. Inisiatif ini bertujuan melestarikan penyu hijau dan melindungi telur-telur dari ancaman. Aksi ini bertepatan dengan Hari Penyu Sedunia.
Pembangunan pos konservasi ini didasari kondisi darurat. Pantai Camplung adalah lokasi favorit penyu bertelur. Namun, area tersebut sangat rawan predator. Ancaman terbesar datang dari serangan anjing liar.
Ketua Konservasi Penyu Desa Banyuasri, Nyoman Sadwika, menjelaskan tujuan aksi ini. “Aksi ini selaras dengan tujuan kami,” kata Sadwika. “Kami ingin melestarikan penyu yang bertelur di Pantai Banyuasri.”
Sadwika menyampaikan hal tersebut saat pembangunan fasilitas. Komunitas penyelamat satwa fokus pada penyelamatan dini. Mereka merelokasi telur penyu ke tempat lebih aman. Ini bagian dari upaya pelestarian penyu.
Warga bergotong-royong membuat bak penetasan khusus. Mereka juga akan membangun kolam di samping bak tersebut. “Begitu tukik menetas,” ujar Sadwika. “Mereka bisa langsung bergerak menuju air.”
Program pelestarian jangka panjang masih dalam pematangan. Namun, aksi penyelamatan darurat terus berjalan. Pendanaan dilakukan secara swadaya. Sumber dana berasal dari Desa Adat.
Dana punia dan sumbangan sukarela relawan juga mendukung. Sadwika mengajak masyarakat berpartisipasi aktif. Menjaga kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Inisiatif mandiri ini mendapat apresiasi positif. Masyarakat pesisir dan kelompok nelayan menyambut baik. Keberadaan rumah konservasi ini dinilai efektif. Ini sarana edukasi bagi warga.
Ida Bagus Komang Satya, seorang nelayan setempat, mengapresiasi. “Ini memberikan edukasi langsung kepada masyarakat di sini,” kata Satya. Edukasi tentang pentingnya menjaga habitat penyu.
Namun, gerakan swadaya ini memiliki keterbatasan. Anggaran menjadi kendala jika berjalan sendiri. Mereka berharap dukungan pemerintah daerah. Dukungan nyata sangat dibutuhkan.
Pemerintah Kabupaten Buleleng dan Provinsi Bali diharapkan turun tangan. Perhatian dan dukungan riil sangat penting. Ini demi keberlanjutan konservasi penyu hijau di kawasan tersebut. ® RED/BALI 01

