BEKASI (POSBERITAKOTA) – Setelah muncul kata sepakat maupun kesamaan visi dan kepedulian terhadap masyarakat Indonesia, maka lahirlah sebuah gerakan kemanusiaan nasional. Yakni bakal menghadirkan pelatihan kesehatan tradisional, layanan kesehatan tradisional gratis, edukasi masyarakat, kegiatan sosial serta berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dapat menjangkau seluruh provinsi di Indonesia.
Bertempat di Bonte Center Cibubur, Kota Bekasi, sejumlah tokoh dari bidang kemanusiaan, kesehatan, media, dan hukum sepakat membangun sebuah program kolaborasi nasional yang bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sedangkan kesepakatan tersebut dicapai oleh Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan Eddie Karsito, Praktisi Kesehatan Tradisional Chandra Wahyu Haryo Susilo, Wartawan Senior sekaligus Founder Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) Agus Santosa serta mendapat dukungan dari Kuasa Hukum Program Manambak Silalahi SH.
Bahkan dari pertemuan tersebut, kemudian lahirlah program kemanusiaan nasional yang diberi nama ‘Bonte Cari Pahala Sabang-Merauke‘. Disebutkan bahwa programnya itu sendiri merupakan gerakan bersama yang akan menghadirkan pelatihan kesehatan tradisional, layanan kesehatan tradisional gratis, edukasi masyarakat, kegiatan sosial, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat yang akan menjangkau seluruh provinsi di Indonesia.
Namun menurut para penggagasnya, program ini lahir dari satu pemikiran yang sama: masih banyak masyarakat Indonesia yang membutuhkan akses terhadap pengetahuan kesehatan, bantuan sosial, pendidikan dan pendampingan yang belum dapat dijangkau secara merata.
Oleh karenanya, para pihak sepakat untuk tidak hanya berbicara tentang kepedulian, tetapi juga turun langsung ke masyarakat melalui sebuah perjalanan kemanusiaan dari Sabang hingga Merauke.
Kesepakatan yang Berangkat dari Kepedulian
Dijelaskan Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, Eddie Karsito, program ini dibangun diatas semangat kolaborasi. Apalagi tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama antara komunitas, yayasan, relawan, media, pelaku usaha, pemerintah dan masyarakat itu sendiri.
“Tentunya, kami sepakat bahwa sudah saatnya lebih banyak pihak bergerak bersama. Program ini bukan milik individu, bukan milik organisasi tertentu, tetapi menjadi wadah kolaborasi bagi siapa saja yang ingin memberikan manfaat untuk masyarakat Indonesia,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, juga disampaikan Chandra Wahyu Haryo Susilo (Aktor/Praktisi Kesehatan Tradisional) yang akan menjadi pelaksana utama perjalanan nasional tersebut bersama istrinya, Sylvia Nabila (Influencer).
Diutarakan Chandra lebih lanjut bahwa tujuan utama program ini adalah memberikan pengetahuan dan layanan kesehatan tradisional kepada masyarakat secara gratis agar semakin banyak keluarga Indonesia yang memiliki pemahaman dasar mengenai kesehatan.

“Harapannya ingin ilmu yang kami miliki ini, juga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Nantinya, masyarakat tidak hanya mendapatkan layanan kesehatan, tetapi juga memperoleh pengetahuan yang dapat digunakan untuk membantu dirinya sendiri maupun keluarganya,” imbuh Chandra, lagi.
Membantu Masyarakat yang Selama Ini Kurang Mendapat Perhatian
Salah satu misi utama yang menjadi hasil kesepakatan para pihak adalah memberikan perhatian kepada kelompok masyarakat yang sering menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan dan pendidikan.
Lewat program ini akan memberikan perhatian khusus kepada para pemulung, pekerja sektor informal, masyarakat berpenghasilan rendah.dan kelompok rentan lainnya yang tersebar di berbagai daerah Indonesia.
Dari pelatihan kesehatan tradisional yang sederhana dan mudah dipahami, mereka diharapkan dapat memiliki kemampuan dasar untuk menjaga kesehatan keluarga dan lingkungannya.
Di sisi lain, berbagai kegiatan sosial dan bantuan kemanusiaan juga akan menjadi bagian dari rangkaian perjalanan ini.
Menghidupkan Semangat Berbagi dan Gotong Royong
Sementara itu Founder Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW), Agus Santosa, melihat program ini sebagai kesempatan untuk memperluas gerakan berbagi yang selama ini dilakukan oleh komunitas wartawan. Sebab, menurutnya, Indonesia memiliki budaya gotong royong yang luar biasa dan perlu terus dijaga.
“Jadi, kami ingin mengajak semua pihak untuk ikut bergerak. Tidak harus dalam bentuk besar. Siapa pun bisa berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing. Kenapa? Karena, setiap kebaikan akan memberikan dampak bagi orang lain,” ujarnya.
Oleh karenanya, selama perjalanan berlangsung, program ini juga akan mengajak komunitas wartawan, organisasi sosial, relawan dan masyarakat umum untuk terus menjalankan misi berbagi kepada sesama.
Dimulai Tepat di Momentum Kemerdekaan Indonesia
Patut diketahui bahwa sebagai simbol semangat pengabdian kepada bangsa, para pihak sepakat memulai Roadshow Bonte Cari Pahala Sabang–Merauke, dimulai pada 15 Agustus 2026 mendatang, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Sebagai pembuka program ini, Provinsi Jawa Barat bakal menjadi daerah pertama yang dikunjungi, sebelum perjalanan dilanjutkan ke berbagai wilayah lainnya di Indonesia.
Bonte Center Cibubur yang beralamat di Jalan Raya Kalimanggis No. 8A, Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, juga ditetapkan sebagai pusat koordinasi dan kantor utama program.

Bukan Hanya Kesehatan Namun Juga Mengangkat Indonesia
Disampaikan Dwi selaku Marketing Communication Program, perjalanan ini tidak hanya membawa misi kesehatan dan kemanusiaan. Selama roadshow berlangsung, Chandra Wahyu dan Sylvia Nabila juga akan mendokumentasikan berbagai keindahan alam, budaya daerah, kearifan lokal, serta kisah inspiratif masyarakat Indonesia.
Konten-konten tersebut akan disebarluaskan melalui media sosial (Medsos) untuk memperkenalkan wajah Indonesia yang penuh semangat, keberagaman serta nilai-nilai kemanusiaan.
Disebutkan bahwa masyarakat, komunitas maupun daerah yang ingin menjadi lokasi singgah program ini, juga diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dan berkolaborasi.
Dukungan Hukum dan Edukasi untuk Masyarakat
Tak ketinggakan Kuasa Hukum Program, Manambak Silalahi SH, menyampaikan bahwa dirinya mendukung penuh program ini, karena memiliki tujuan kemanusiaan dan pendidikan yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Bahkan, menurut dia, selain kesehatan nantinya masyarakat juga membutuhkan pemahaman hukum yang benar agar dapat lebih memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara.
“Saya melihat program ini sebagai bentuk kolaborasi yang sangat positif. Karena selain memberikan manfaat kesehatan, program ini juga dapat menjadi sarana edukasi hukum bagi masyarakat. Kami siap mendukung agar masyarakat dapat memperoleh informasi hukum yang lebih mudah dipahami.”
Mengajak Semua Pihak Menjadi Bagian dari Gerakan Kebaikan
Para penggagas berharap Bonte Cari Pahala Sabang–Merauke mendapat dukungan dari pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, komunitas, media, akademisi, relawan dan seluruh masyarakat Indonesia.
Mereka menegaskan bahwa program ini bukan dibuat untuk mencari popularitas, bukan untuk menunjukkan siapa yang paling hebat, dan bukan pula untuk kepentingan kelompok tertentu.
Program ini lahir dari sebuah kesepakatan bersama untuk mengajak lebih banyak orang melakukan kebaikan dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Terlebih lagi mereka percaya, Indonesia akan menjadi lebih kuat ketika semakin banyak orang memilih untuk bergerak bersama, saling membantu dan saling peduli.
Yang jelas, gerakan ini bukan tentang perjalanan dari Sabang sampai Merauke. Gerakan ini adalah perjalanan untuk memperluas manfaat dan menghidupkan kembali semangat gotong royong Indonesia. ® RED/AGUS SANTOSA

