JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Begitu tahu bahwa subsidi untuk transportasi terus membengkak, mantan Ketua DPRD DKI Jakarta dua periode, Prasetyo Edi Marsudi secara terbuka mendukung langkah Gubernur Pramono Anung segera menaikkan tarif Transjabodetabek.
Menurut politisi senior PDIP tersebur, koreksi tarif Transjabodetabek itu sangat penting, supaya PSO (Publik Service Oblogation) untuk transjakarta Jabodetabek tidak terus membengkak seRT dapat semakin membebani APBD DKI.
Dari data yang ada diketahui bahwa di Tktahun 2026 ini, nilai subsidi atau PSO untuk Transjakarta, Transjabodetabek serta Jaklinko bisa mencapai Rp 4,77 triliun pada APBD 2026
“Jika tidak ada koreksi tarif Transjabodrtabek, maka APBD DKI bisa jebol untuk subsidi anfkutan umum. Hal itulah yang kita khawatirkan, bisa-bisa APBD kita jebol,” tegasnya.
Ditambahkan pria yang akrab dipanggil dengan nama ‘Oom Prass’, juga mendorong percepatan pembangunan MRT fase 2 ( HI- Ancol) dan fase III, Cengkareng- Cakung.
“Artinya, jika MRT fase II dan III selesai, maka kemacetan di Jakarta bakal terurai. Lalu, warga pinggiran Jakarta yang jumlahnya belasan juta, tentu mau beralih naik MRT untuk berangkat maupun pulang kerja ke Tangerang dan Bekasi,” ungkapnya, lagi.
Seperti diketahui sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera memutuskan terhadap penyesuaian tarif transportasi umum Transjabodetabek.
Meski begitu, ditegaskan Oom Prass, Pemprov DKI tetap akan memberikan subsidi transportasi sehingga penyesuaian tarif tidak membebani masyarakat. Terbaru, tarif transjabodetabek Jurusan Blok M- Bogor dipatok Rp 3500. Bahkan pada pagi hari penumpang hanya membayar Rp 2000.
Pemberlakuan tarif tersebut sangatlah murah. Namun subsidinya membebani APBD DKI. PSO untuk bidang teansportasi di APBD 2026 sebesar Rp 4.77 triliun.
“Untuk Transjabodetabek terus terang segera kami putuskan. Tapi saya ingin meluruskan, karena sekarang ini bahkan kemarin Bapak Wali Kota Bekasi juga telepon ke saya secara pribadi jangan sampai kemudian tidak disubsidi. Nggak mungkin nggak disubsidi, pasti tetap akan disubsidi,” jelas Gubernur Pramono di RSIA Bunda Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat.
Gubernur Pramono Anung juga menyampaikan terkait besaran kenaikan tarif Transjabodetabek akan dipertimbangkan. Tentu saja secara matang agar masyarakat tidak kembali beralih menggunakan kendaraan pribadi.
“Pada prinsipnya pasti saya pertimbangkan dengan sungguh – sungguh. Jadi, jangan sampai membuat orang kemudian beralih kepada kendaraan pribadi kembali,” urainya.
Transjabodetabek salah satunya akan dilakukan untuk rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta. Saat ini tarif Transjabodetabek untuk rute tersebut masih sebesar Rp3.500. Karenanya, Gubernur Pramono menilai soal. besaran tarif tersebut masih sangat terjangkau jika dibandingkan dengan transportasi lainnya, seperti Bus Damri ataupun taksi.
“Kalau kemudian Rp 3.500 untuk parkir di Soekarno-Hatta saja tidak cukup, maka yang begitulah akan ada penyesuaian,” ungkapnya.
Rencana penyesuaian tarif Transjabodetabek ini dipertimbangkan karena Pemprov DKI menanggung beban subsidi yang sangat besar. Begitu pun termasuk untuk biaya perawatan halte di luar wilayah Jakarta.
Ditegaskan Gubernur Pramono, Pemprov DKI akan meningkatkan kualitas layanan operasional Transjabodetabek dan menambah jumlah armadanya. Diharapkan melalui upaya ini, perilaku dan gaya hidup masyarakat dalam menggunakan transportasi umum terus meningkat.
Terlebih lagi, konektivitas transportasi di Jakarta sudah sangat tinggi, yang mencapai 93 persen. Sayangnya, tak lebih dari 30 persen masyarakat yang baru memanfaatkan fasilitas transportasi umum yang telah disediakan ini.
“Tentunya hal ini akan menjadi sangat baik, kalau kemudian orang terus-menerus menggunakan transportasi umum yang sudah di atas angka 30 persen. Apakah bisa? Saya yakin bisa,” katanya.
Di sisi lain juga meyakini bahwa minat masyarakat untuk memanfaatkan transportasi umum masih tinggi, mengingat adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) baru-baru ini. Selain itu lagi, Pemprov DKI juga telah menggratiskan transportasi umum bagi 15 golongan masyarakat yang memenuhi syarat. ® RED/AGUS SANTOSA

