JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Institut Teknologi PLN (ITPLN) mencatatkan capaian baru di bidang penelitian setelah berhasil memperoleh pendanaan Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi Gelombang 11 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Keberhasilan ini menjadi yang pertama bagi ITPLN sejak program tersebut bergulir.
Terkait penetapan penerima pendanaan tertuang dalam Keputusan Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN Nomor 106/II.7/HK/2026 tentang Penerima Program RIIM Kompetisi Gelombang 11.
Dikatakan Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITPLN, Prof. Dr. Indrianto, S.Kom., M.T., keberhasilan ini merupakan bukti bahwa kualitas riset dosen ITPLN semakin kompetitif di tingkat nasional.
Masih terkait capaian tersebut, ditambahjab Prof Indrianto, justru menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya riset sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Keberhasilan memperoleh pendanaan RIIM BRIN ini menjadi pencapaian yang sangat membanggakan bagi ITPLN. Ini merupakan bukti dedikasi dan komitmen para peneliti dalam menghasilkan karya inovatif yang mampu memberikan dampak bagi pembangunan nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global,” tuturnya di Jakarta, Sabtu (25/7/2026).
Selanjutnya, Prof. Indrianto menegaskan bahwa LPPM ITPLN akan terus memberikan pendampingan dan fasilitasi kepada para peneliti agar setiap riset dapat berjalan sesuai target serta menghasilkan luaran berkualitas.

Selain itu, diakuinya lebih lanjut, dari capaian tersebut juga diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus mengembangkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri.
Riset ITPLN yang memperoleh pendanaan RIIM BRIN itu mengangkat tema “Produksi Pupuk Lepas Lambat Hasil Pemanfaatan Air Limbah Nutrien Tinggi sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Lahan Kritis.” Riset ini digawangi dosen Teknik Lingkungan ITPLN, Dr. Nadia Paramita, S.T., M.T. sebagai ketua dan Ir. Rachmad Ardhianto, S.T., M.T. sebagai anggota.
Dari penelitian tersebut diharapkan mampu menghadirkan solusi inovatif dalam pemanfaatan limbah bernutrisi tinggi menjadi pupuk ramah lingkungan untuk mendukung peningkatan produktivitas lahan kritis di Indonesia.
Diungkapkan Nadia Paramita bahwa keberhasilan ini menjadi sejarah baru bagi kampus. Menurutnya, untuk pertama kalinya ITPLN berhasil lolos memperoleh pendanaan RIIM BRIN dengan nilai yang hampir mencapai Rp1 miliar.
“Hal ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan karena untuk pertama kalinya ITPLN memperoleh pendanaan RIIM BRIN, dan nilainya hampir mencapai Rp1 miliar. Kepercayaan ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk menghasilkan riset yang berdampak dan dapat dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat maupun dunia industri,” paparnya.
Karena itulah, Nadia berharap keberhasilan tersebut menjadi pembuka jalan bagi semakin banyak dosen ITPLN untuk mengikuti kompetisi pendanaan riset nasional pada tahun-tahun berikutnya. Ia optimistis budaya riset di lingkungan kampus akan semakin kuat sehingga mampu melahirkan inovasi yang berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia. ® RED/RANGGA ARYA WIJAYA/ EDITOR: GOES

