PosBeritaKota.com
Nasional

Cegah Teroris, Polres Jember Gandeng BNPT

JEMBER (POSBERITAKOTA) – Untuk mencegah masuknya teroris,  Kepolisian Resor  (Polres) Jember menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Dengan menggelar acara “Sosialisasi Ancaman Terorisme dan Pencegahannya” di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (6/7) kemarin.

Menurut Kapolres Jember AKBP, Kusworo Wibowo, penanggulangan teroris tidak hanya dilakukan dengan cara “hard approach”. Yakni dengan kekerasan, namun juga perlu dilakukan “soft approach” yaitu pendekatan dengan cara halus. 

Kapolres mengatakan untuk itu harus membentengi lingkungan di pondok pesantren dan kampus-kampus yang ada di Kabupaten Jember, agar tidak ikut dalam aliran terorisme. Seluruh pihak perlu bersinergi untuk mengkonsolidasikan segenap elemen pemangku kepentingan dengan mendorong langkah-langkah pencegahan dan memperluas pengetahuan masyarakat mengenai ancaman terorisme di Kabupaten Jember.

Polres Jember menggandeng BNPT untuk memberikan sosialisasi kepada organisasi pemerintah daerah, tokoh ulama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan Ormas terkait dengan ancaman dan bagaimana mencegah masuknya teroris di Jember,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pencegahan Deputi BNPT, Brigjen Pol Hamli, mengatakan akar permasalahan terorisme di antaranya ideologi agama. Yakni pemahaman agama yang salah, solidaritas, separatisme dan berbagai latar belakang tumbuhnya terorisme di Indonesia. 

“Munculnya terorisme di Indonesia yakni temuan tentang pelatihan dari kelompok Jamaah Islamiah (JI) dan Negara Islam Indonesia (NII) di Kecamatan Janto (NAD) pada tahun 2010,” tuturnya.

Kelompok teroris menganggap bahwa jihad merupakan kewajiban dan pengaruh lingkungan strategis terhadap penyebaran paham radikalisme yang kini berkembang di lingkungan pendidikan hingga perguruan tinggi. 

Bahkan, BNPT menyebut telah memetakan sebanyak 16 kabupaten/kota di Indonesia yang terindikasi masuk dalam penyebaran paham radikalisme dan terorisme melalui lingkungan pendidikan, pemerintahan, dan pondok pesantren. 

Dalam akhir kegiatan ini dilakukan penandatanganan kesepakatan menolak radikalisme dan terorisme oleh unsur Forum Pimpinan Daerah Jember dan deklarasi pernyataan sikap menolak radikalisme dan terorisme oleh Forpimda, MUI, NU, Muhamadiyah, dan GP Ansor. ■ Red/Ays 

Related posts

Agar Nyata & Sempurna, SENATOR DAILAMI FIRDAUS Minta Ormas Berperan Aktif Implementasikan 4 Pilar Kebangsaan

Redaksi Posberitakota

PULUHAN PELAJAR ASYIK MAIN GAME DIRAZIA APARAT POLSEK CIKANDE

Redaksi Posberitakota

Ini di Babelan Bekasi, KONG SUAN Panen Timun Suri dan Blewah Memasuki Puasa

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment