Di Glodok Jakbar, JELANG IMLEK Pedagang Pernak-Pernik Kebanjiran Pembeli

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Tahun Baru Imlek 2569 akan jatuh pada 16 Pebruari 2018 mendatang. Seperti biasa sejak ditetapkan oleh Pemerintah sebagai Hari Besar Nasional di Indonesia, beragaman acara seni dan budaya dirayakan dimana-mana.

Sepekan jelang jatuhnya perayaan Tahun Baru Imlek tersebut, warga masyarakat khususnya dari keturunan Tionghoa, ramai-ramai mendatangi kawasan Glodok, Jakarta Barat.

Mereka umumnya ingin mendapatkan atau membeli pernak-pernik Imlek. Mulai dari lampion, warna-warni gambar, lilin, kembang api, amplo (angpau) sampai kepada baju anak-anak yang didominasi warna merah.

“Ya, sudah nggak kaget lagi. Jelang Imlek juga menjadi hari berkah bagi para pedagang di Glodok, Jakarta Barat,” ucap Suwarno, tukang parkir di kawasan Jalan Pancoran, Jakarta Barat kepada POSBERITAKOTA, Rabu (7/2).​​Disebutkan jangan pada jelang Imlek, kata dia lagi, di hari libur Sabtu dan Minggu selalu ramai. Untuk lokasi parkir, selalu kekurangan. 

“Sekarang bisa 300 kendaraan motor dalam seharinya. Beda kalau hari biasa, cuma 100 yang parkir,” papar Suwarno lagi. 

Sedangkan bagi pedagang pernak-pernik, juga ikut menangguk rejeki. “Biasanya, banyak yang datang ke sini. Mereka borong untuk bikin acara di mall-mall,” ucap Haan, satu pedagang di kawasan Pancoran, Jakarta Barat.

Situasinya mirip menjelang Lebaran atau Hari Raya Idhul Fitri. Mereka banyak juga yang belanja pakaian. Pemerintah sepertinya telah memberikan keadilan, terutama bagi kaum minoritas kaum Tioghoa Indonesia.

“Keberagaman suku, agama, ras dan antar golongan harus benar-benar dihormati satu sama lain. Tak cuma orang Tionghoa, kaum pribumi pun, ikut menangguk rejeki tahunan di Tahun Baru Imlek,” papar Michael Go, tokoh dan pengusaha muda sukses. ■ RED/WOEL/DESY/ALDI/GOES

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here