Copot 3 Pejabat Eselon 2, GUBERNUR ANIES Dapat Apresiasi dari Aktivis Ibukota

JAKARTA (POSBERITAKOTA) □ Menjelang perombakan formasi besar-besaran di Pemprov DKI Jakarta, Gubernur Anies Baswedan secara mendadak mencopot tiga pejabat eselon dua. Pencopotan tersebut dinilai sejumlah tokoh aktivis merupakan langkah yang tepat karena ketiga pimpinan SKPD strategis itu kelihatan tidak selaras dengan program percepatan pembangunan demi maju kotanya dan bahagia warganya.

Ketiga pejabat yang tiba-tiba dicopot dari jabatan adalah kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) Indrastuty Rosari Okita, kepala Dinas Pendidikan Sopan Andriyanto dan kepala Dinas Perumahan dan Gedung Tedi Agustino. Pencopotan dilakukan pada Jumat kemarin dan untuk sementara Anies baru menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) sebagai pengganti sementara.

Ketua Forum Bersama Jakarta (FBJ) Budi Siswanto mengatakan bahwa tindakan tegas tersebut seiring dengan harapan sejumlah aktivis Ibukota. “Beberapa waktu lalu, saya memprakarsasi pertemuan sejumlah tokoh aktivis Jakarta berjumpa dengan staf khusus Gubernur DKI yakni Pak Jhon Odeus. Kami memberi masukan terkait banyak hal, diantaranya kinerja SKPD yg memble, sehingga para aktivis yg juga mantan Relawan Utama Anies-Sandi ini meminta disegerakan pergantian pejabat dari posisi strategis agar tidak menjadi penghambat program utama Pemprov DKI,” ujar Budi di Jakarta, Sabtu (9/6).

Baca Juga:  Kejari Jakarta Pusat Kawal Pelaksanaan Proyek Senilai Rp 150 Miliar

Sejumlah tokoh yang hadir pada pertemuan itu antara lain Sugiyanto, Adji Rimbawan, Rico Sinaga, Saiful Jihad, Haerullah, dan Syahrul Hasan. Budi cs juga menyampaikan pandangan ke Jhon Odeus terkait dugaan penyimpangan yang terjadi di Disdik, BPPBJ dan Dinas Perumahan.”Jadi, beberapa waktu sebelum pencopotan tersebut para aktivis ini telah membeberkan data dan fakta di lapangan,” papar Budi.

Syahrul dan Saiful konsen terhadap kasus Disdik dan PBBJ, yang mana banyak proyek batal di 7 tersebut, terutama lelang proyek pengadaan mebelair gedung sekolah dan rehab besar sejumlah gedung sekolah.

Sedangkan Sugiyanto dan Rico Sinaga memberikan informasi tentang lambatnya pembangunan rumah DP 0 Rupiah yang sebenarnya merupakan salah satu program unggulan Anies-Sandi.

Dengan dicopotnya tiga kepala SKPD, kata Budi, pihaknya sangat mengapresiasi langkah tegas Anies. “Kami juga sedang menyoroti sejumlah SKPD lain yang kinerjanya juga memble,” pungkasnya.

Pencopotan tiga pejabat setingkat walikota sempat mengagetkan banyak pihak karena sebelum Anies melakukan perombakan jabatan besar-besaran setelah libur Lebaran, justru diawali dengan ‘pemanasan’ melengserkan tiga kursi empuk di posisi strategis. ■ RED/JOKO

Beri Tanggapan