Beraksi Puluhan Kali, SATU PENTOLAN Bandit Perampas HP Mati Didor

JAKARTA (POSBERITAKOTA) ■ Satu dari empat bandit jalanan spesialis perampas handphone (HP) ditembak mati anggota Reskrim Polsek Metro Tamansari, Jakarta Barat. Mereka sudah puluhan kali beraksi di sejumlah tempat di Jakarta. Dua sepeda motor yang digunakan sebagai ‘kuda’ berikut barang bukti hasil kejahatan disita.

Tersangka Robby (30) dijuluki pentolan berasal dari ‘Tenda Oranye’ Teluk Gong, Jakarta Utara, itu terpaksa ditembak mati. “Kami melakukan tindakan tegas dan terukur karena yang bersangkutan melawan dan berusaha merebut pistol petugas ketika akan disergap,” kata Kapolsek Metro Tamansari, AKBP Ruly Indra Sik Msi yang didampingi Kasubag Humas Kompol Purnomo SH dan Kanit Reskrim AKP Rango Siregar Sik, Senin (2/7) sore kemarin.

Menurut Ruly, tersangka Robby yang tewas itu merupakan salah satu dari jaringan komplotan ‘Tenda Oranye’. Selain Robby, ditangkap juga Mar (29), Al (35), dan Dit (32). “Masih ada teman-teman mereka yang tengah kami kejar. Bandit-bandit rekrutan kelompok Tenda Oranye itu, kami bikin resah sekarang ini,” tandasnya seraya menyebutkan semua tersangka diringkus saat berkumpul di Tenda Oranye.

Baca Juga:  Sesuai Syarat Objektif, VANESSA ANGEL Langsung Ditahan Polda Jatim

Menurut mantan Kapolsek Jati Uwung (Tangerang) tersebut bahwa Robby Cs terakhir beraksi pada tanggal 26 Juni 2018 lalu dengan korban seorang nenek CF berusia 57 di Jalan Mangga Besar Raya, Tamansari, Jakarta Barat. Wanita tua itu mengalami luka berat akibat jatuh mempertahankan tas berisi ponsel hingga uang tunai, STNK mobil, dan kunci mobil digasak kawanan bandit jalanan tersebut. Korban mengalami kerugian Rp 50 juta.

Terungkapnya kasus tersebut setelah polisi melacak Iphone 7 milik korban yang hilang. “Kami dapatkan ponsel itu di kawasan kawasan Kalijodo, Jakarta Barat. Dari sini kami mengetahui Robby Cs sering kumpul merencanaka aksi kejahatannya di tenda oranye di kawasan Teluk Gong, Jakarta Utara.

Sebelumnya, kelompok Tenda Oranye juga digerebek polisi pada Jumat, 29 Juni 2018 lalu. Satu dari penjahat tenda oranye itu merampok Dirjen Bina Konstruksi Kementerian Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Minggu (24/6) lalu dan korban Syarief Burhanuddin juga mengalami luka. ■ RED/WARTO

Beri Tanggapan