Sandiaga Hadiri Diskusi Sekber, GERINDRA Segera Umumkan Calon Pendamping Prabowo

JAKARTA (POSBERITAKOTA)Sandiaga Uno selaku Ketua Tim Pemenangan Prabowo Subiyanto mengatakan DPP Gerindra segera mengumumkan nama calon wakil presiden (Wapres). Saat ini, partai berlambang garuda ini masih menimbang-nimbang sejumlah tokoh yang bakal mendampingi Prabowo pada pencapresan 2019.

Sandi yang juga Wakil Gubernur DKI Jakarta menjanjikan dalam 30 hari ke depan, Gerindra sudah harus memutuskan sosok Cawapres tersebut. “Nanti sebelum tanggal 10 Agustus, kami akan umumkan,” ujar Sandi pada acara Diskusi Sekber Indonesia di The Kemuning, Jl Amir Hamzah, Menteng, Jakpus, Rabu (11/7) malam.

Diskusi berjudul ‘Rupiah Rontok, Harga Meroket, Arahnya Kemana’ menghadirkan narasumber ekonom DR Rizal Ramli. Acara dibuka Ketua Sekber Mohammad Taufik yang juga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta.

Sandi berandai-andai kalau Rizal Ramli dipasangkan dengan Prabowo akan menjadi pasangan yang luar biasa. “Perpaduan antara pasangan ahli kebangsaan dan pakar ekonomi,” urai Sandi di hadapan ratusan undangan. Menurutnya di tengah isu ekonomi yang melemah ini, nanti siapa yang lebih bagus meng-handle, itulah yang akan memenangkan hati rakyat. “Oleh karena itu, taghar 2019GantiPresiden harus direalisasi dan kita siapkan calon pengganti yang terbaik,” sambung Sandi yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra.

Sementara itu Rizal Ramli mengatakan bahwa negeri kita saat ini sedang terpuruk secara ekonomi. “Kurs dolar AS saat ini sudah mencapai Rp 14.250, dan harga kebutuhan hidup melonjak tinggi. Mau dibawa kemana kita ini,” ujar mantan Menko Bidang Kemaritiman.

Baca Juga:  Bersama Partai Berkarya, DRA HJ NURFITRIA FARHANA Maju Nyaleg DPR RI Dapil Jakarta 2

Kalau Pemerintah tidak mampu mengatasi masalah ini, maka Krisis Moneter (Krismon) 1997 bisa terulang di Indonesia. “Saat ini daya beli masyarakat sudah menurun. Tapi banyak orang di sekitar Presiden Joko Widodo yang memberikan masukan bahwa ekonomi baik-baik saja dan Presiden tidak tanya kiri kanan. Dasar raja hoax semuanya,” tandas Rizal.

Dalam kondisi seperti ini, menurut pakar ekonomi tersebut, Indonesia jangan lagi minta bantuan kepada IMF. “Kalau kita kembali minta bantuan kepada bank dunia tersebut, maka kita akan kembali jatuh di lobang yang sama,” urai Rizal yang mengungkapkan banyak orang Indonesia yang menjadi semacam sales promotion girl (SPG) bagi IMF. “Seandainya saya jadi Presiden, para SPG IMF di Indonesia saya tangkap semua,” sambungnya.

Menghadapi krisis ekonomi, Pemerintah harus mampu melakukan terobosan internal, bukan pinjam uang ke bank yang akan bikin negara makin sulit karena banyak utang. “Contoh Jepang dan China berhasil lolos dari krisis berkat pemotongan pajak dan penurunan harga di berbagai bidang, sehingga ekonomi kembali tumbuh lebih dari 12 persen tiap tahunnya,” papar Rizal sambil menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia cuma sekitar enam persen, karena kebanyakan utang luar negeri. ■ RED/JOKO

Beri Tanggapan