Sudah Prof DR, DUBES YUDDY CHRISNANDI Raih Gelar Sarjana Hukum dari Unas

JAKARTA (POSBERITAKOTA) ■ Yuddy Chrisnandi, guru besar Universitas Nasional (Unas) yang juga menjabat sebagai Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Ukraina, Armenia dan Georgia kembali menorehkan prestasi di bidang pendidikan. Yuddy yang sudah menyandang banyak gelar, dinyatakan lulus sidang skripsi di Fakultas Ilmu Hukum Unas dan berhak menyandang gelar SH.

Kelulusan skripsi yang mengambil tema “Tinjauan Hukum Utang-Piutang di Bawah Tangan” mendapatkan nilai yang memuaskan dari para penguji. “Sidang yang dilakukan Pak Yuddy, bukan hanya bermanfaat secara akademis bagi diri pribadi dan almamater, namun juga memberikan contoh kepada semua generasi bahwa belajar tidak ada batasnya. Beliau sudah profesor bidang ekonomi industri, juga doktor bidang politik, master bidang manajemen lalu mengambil lagi kuliah sarjana hukum. Semangat ini perlu menjadi teladan semua orang,” kata Ketua Sidang Penguji DR Ismail Rumadan di Kampus Unas, Jakarta, Kamis (26/7).

Prosesi sidang skripsi berlangsung pada hari Rabu tanggal 25 Juli berjalan tertib dan lancar yang dihadiri sejumlah penguji dan cendekiawan antara lain Prof Dr Ibnu Hamad (Pakar UI), Dr Robi Nurhadi, Kepala Pusat Penelitian, Pascasarjana Unas, juga beberapa kolega Yuddy.

Di tengah kesibukannya sebagai duta besar, Yuddy punya ketertarikan untuk mengikuti kuliahan S1 Hukum Perdata. “Ini adalah sebagai ikhtiar untuk terus melengkapi pengetahuan. Semakin banyak belajar, saya merasa semakin banyak yang belum saya ketahui, semakin sedikit ternyata keilmuan kita,” ujar Yuddy yang sebelumnya sudah bergelar profesor doktor itu.

“Saya seperti terharu, kuliah yang saya ikuti sejak tahun 2012 yang lalu, akhirnya selesai juga. Saya jadi teringat masa-masa dulu saya lulus S1 di Fakultas Ekonomi Unpad,” papar mantan Menteri PAN-RB.

Sebagai informasi Yuddy mengikuti program perkulihan bentukan Fakultas Hukum Unas. Program kuliah yang diadakan untuk para profesional, karir atau siapapun yang ingin belajar ilmu hukum.

“Sejujurnya berat memang mengikuti perkuliahan hukum di Unas. Usai masa perkuliahan tatap muka, selanjutnya adalah menulis skripsi, berat bagi saya untuk menyelesaikannya. Tentu saja alasannya karena waktu yang seringkali terbatas karena kesibukan. Sehingga dari teman-teman seangkatan, hanya ada saya dan satu teman saya yang belum lulus sampai semester kemarin. Tapi ini, akhirnya lulus juga, setelah 10 semester. Hahaha,” kata Yuddy yang tengah menunggu wisuda. ■ RED/JOKO

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here