Dibuka Menteri Bappenas, BAZNAS Luncurkan Buku Tentang Fiqih Zakat

JAKARTA (POSBERITAKOTA) ■ Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan buku berjudul Fiqih Zakat on Sustainable Development Goals (SDGs). Peluncuran buku tentang aturan berzakat dan pengelolaannya tersebut berlangsung di gedung Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jl Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/7).

Peluncuran buku karya tim penulis dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dilanjutkan dengan diskusi yang dihadiri sejumlah petugas Baznas daerah, penggiat sosial, dan lainnya. “Buku ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang zakat yang berdasarkan syariat Islam,” kata Kepala Bappenas atau Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Permadi Sumantri Brojonegoro saat membuka kegiatan tersebut. Kehadiran buku ini diharapkan memberikan motivasi kepada masyarakat.

Kepala BAZNAS Pusat, Bambang Soedibjo, menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu ragu berzakat melalui kantor badan yang dipimpinnya. Sejak dulu hingga sekarang BAZNAS mengelola zakat infaq dan sedekah (ZIS) dari masyarakat secara jujur dan transparan.

Baca Juga:  Panglima TNI : Prajurit Jangan Nodai Kepercayaan Rakyat

“Seluruh pengelolaan ZIS, mulai dari penerimaan sampai penyaluran kepada para mustahik semuanya terdata secara transparan sehingga tak perlu diragukan lagi,” kata Bambang pada acara yang dihadiri mantan menteri Ratna Witular selaku ketua dewan pembina Filantropi Indonesia.

Bambang menambahkan lahirnya buku yang dibidani tim penulis yang diketuai Ismail memberikan pedoman bagi semuanya. “Buku ini juga dipandang sebagai perluasan wawasan dan mendukung pencapaian program SDGs,” kata Bambang sambil menambahkan pihaknya akan terus menyerukan kepada masyarakat, khususnya kaum muslim untuk berzakat melalui lembaga resmi BAZNAS.

Menjelang perayaan hari besar Idul Adha, pihaknya juga menggelar program ‘Berkurban Berdayakan Desa’. Melalui program ini, para dermawan di kota besar diimbau untuk berkurban kambing di pedesaan. Caranya, membeli kambing di desa lewat BAZNAS seharga Rp 2,5 juta/ekor, lalu dikurbankan pula di desa agar warga desa lebih sejahtera. ■ RED/JOKO

Beri Tanggapan