Kejar Momen Asian Games, LRT JAKARTA Dipaksa Untuk Ujicoba

JAKARTA (POSBERITAKOTA) ■ Ujicoba operasional kereta Light Rail Transit (LRT) Jakarta terkesan dipaksakan. Fasilitas sejumlah stasiun belum siap, namun demi mengejar even gelaran Asian Games, maka jaringan kereta ringan tersebut dijajal dari Stasiun Velodrome Rawamangun hanya sampai Stasiun Boulevard Utara, tidak sampai Depo Kelapa Gading.

Pada ujicoba tersebut, Pemprov DKI mengajak rombongan wartawan pada Rabu (29/8). Puluhan wartawan banyak yang bertanya-tanya, kenapa perjalanan kereta tidak sampai ke Depo Kelapa Gading? Rupanya pembangunan depo tersebut belum selesai, sehingga ujicoba hanya melewati lima dari enam stasiun.

Megaproyek bernilai Rp 6,2 triliun untuk pembangunan jaringan LRT sepanjang 5,8 km merupakan tugas wajib dari Pemprov DKI Jakarta kepada PT Jakpro yang telah mendirikan anak perusahaan PT LRT untuk mengoperasikan transportasi tersebut. Proyek LRT termasuk salah satu tugas wajib untuk mendukung Asian Games.

Direktur PT LRT, Allan Tandiono, mengatakan pada ujicoba kali ini, kecepatan kereta dibatasi antara 10 dan 40 km/jam. “Pemberangkatan dari Stasiun Velodrome kemudian ke Stasiun Equestrian, Stasiun Pulomas, Stasiun Boulevard Selatan, dan berakhir di Stasiun Boulevar Utara,” ujar Allan di Velodrome Rawamangun, Jaktim, Rabu sore.

Satu set kereta terdiri dari empat gerbong berkapasitas 270 penumpang. Dia mengakui bahwa operasional LRT belum bisa sepenuhnya melayani angkutan Asian Games.

Ketua umum Koalisi Rakyat Pemerhati Kota Jakarta (Katar), Sugiyanto, mengatakan sebaiknya Gubernur Anies dan pimpinan PT Jakpro berterus terang kepada masyarakat.

“Sebaiknya secara gentle mengakui bahwa proyek LRT gagal mendukung sukses Asian Games. Buktinya, pelaksanaan Asian Games sudah hampir selesai tanggal 2 September, LRT belum juga beroperasi penuh. Selain mengakui kegagalan, Anies juga harus meminta pertanggungjawaban SKPD maupun BUMD terkait,” tandasnya.

Ia menyesalkan pernyataan Anies bahwa LRT bukan untuk mendukung Asian Games, sebab sejak mulai dibangun tahun 2015, Gubernur Ahok selalu menegaskan kepentingan LRT salah satunya untuk angkutan Asian Games.

“Ahok sering bilang, LRT ditargetkan diujicoba pada Juni dan Juli 2018 serta siap beroperasi sebelum Asian Games,” kritik Sugiyanto yang menilai proyek tersebut terlalu boros di ongkos sehingga DPRD membentuk panitia khusus (Pansus) tentang LRT Jakarta. □ RED/JOKO

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here