BANG DAILAMI FIRDAUS Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Sebagai Pondasi dan Pusaka Menjaga Kedaulatan Indonesia

JAKARTA (POSBERITAKOTA) ■ “Empat Pilar Kebangsaan atau konsensus kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pondasi dan pusaka bersama bangsa ini untuk mempertahankan kedaulatan bangsa dan negara Indonesia di tengah berbagai permasalahan yang dapat memecah belah NKRI yang kita cintai ini,” tegas Bang Dailami Firdaus, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) asal DKI Jakarta.

Senator asli putra Betawi satu ini, menegaskan bahwa permasalahan paling utama adalah kita semua melakukan dan mengulangi perbuatan yang sama, yakni reaktif terhadap suatu berita tanpa berpikir kembali ataupun mencari tahu kebenaran dari berita tersebut. Dalam kondisi seperti ini memang seharusnya kita semua mengedepankan rasionalisasi, sebelum melakukan hal apapun termasuk menangapi suatu pemberitaan.

Ditambahkannya bahwa hadirnya kemudahan dalam informasi, melalui gadget atau ponsel seperti dua ‘mata pisau’ yang siap akan melukai orang lain dan diri sendiri, apabila tidak bisa mengunakannya dengan bijak. Namun bila kita mampu mengunakan sesuai dengan porsi dan kebutuhan sebagai alat komunikasi, maka bisa menjadi hal yang positif.

“Saya selalu menekankan dan menegaskan bahwasannya permasalahan kita bukan pada teks atau materi Empat Konsensus Berbangsa dan Bernegara atau Empat Pilar Kebangsaan yang sudah tua atau usang bahkan ada pendapat sudah tidak bisa diterapkan di era modern ini. Pendapat itu sangatlah berbahaya dan justru akan menjadikan pintu masuk kerusakan-kerusakan bukan hanya pada pribadi masyarakat saja. Namun juga akan merusak segala tatanan dan cita-cita yang diharapkan dan diperjuangkan serta dirintis oleh para pendiri bangsa,” ulas Bang Dailami, panjang lebar.

Dikatakan dia betapa kelemahan kita adalah pada penerapan apa yang tertuang di dalam Empat Pilar Kebangsaan. Jadi, kita hanya mampu membaca dan beretorika, namun tanpa mampu dan mau melakukan apa yang tersirat dalam Empat Pilar Kebangsaan tersebut.

Sedangkan hal paling utama adalah di Sila Pertama Pancasila, menurutnya, sudah dengan jelas dan tegas di mana bunyi dari Sila Pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Bahwasannya masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang mempercayai Tuhan dan otomatis kita semua yang ber-Tuhan, pasti akan mengikuti segala perintah dan larangannya.

“Andaikan kita semua mampu menerapkannya dan sekaligus mensosialisasikan dengan perbuatan secara utuh, saya sangat yakin dan optimis, segala permasalahan bangsa ini akan dengan mudah terselesaikan secara utuh,” tutup Bang Dailami, sapaan akrab dari Prof Dr H Dailami Firdaus yang merupakan anak dari almarhumah Prof Hj Tuty Alawiyah AS MA dan juga cucu dari ulama kharismatik Betawi, almarhum KH Abdullah Syafi’ie. ■ RED/GOES

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here