PosBeritaKota.com
Megapolitan

Meski Tak Setuju, HABIB UMAR Ingatkan Jaga Persaudaraan Saat Reuni 212 di Monas

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Rencana kegiatan Reuni Akbar 212 di Monas, Jakarta Pusat, pada (2/12) mendatang, mengundang polemik. Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz (Habib Umar) dari Majelis Al-Muwasholah Bain Ulama Al-Muslimin, Forum Siltarahim Antar Ulama pun tidak setuju terhadap Reuni Akbar tersebut.

“Berkenaan negeri ini saya harap selalu damai. Jaga persaudaraan, nikmat persatuan ini harus dijaga. Stop dan cukup kedengkian,” jelas Habib Umar saat dihubungi POSBERITAKOTA, Jumat (30/11).

Karena itu pula, Habib Umar mengimbau umat Islam di Tanah Air untuk selalu bertakwa kepada Allah SWT dalam memandang segala sesuatu. “Hendaknya tidak tergesa-gesa terhadap apa yang tampak dari kejadian-kejadian secara dhahir saja. Tujuannya agar tidak terjerumus kedalam kehancuran dan keburukan sebagaimana telah terjadi hal tersebut atas orang dan bangsa lain,” tutur dia, panjang lebar.

Dalam pandangan Habib Umar, gerakan dan pemberontakan yang mengatasnamakan agama, akan mengakibatkan kehancuran umat dan juga merusak persatuan umat dan kesatuannya.

“Bahkan berakibat pada sedikit maupun banyak- hancurnya tradisi-tradisi umat, menghancurkan kesejahteraannya, kekuatannya, terjadinya pertumpahan darah, rusaknya kehormatan, hilangnya harta benda, dan kerusakan-kerusakan yang sangat besar sebagaimana sudah terlihat dan begitu nyata di hadapan kita,” jelas ulama besar dari kota Trim, Hadramaut, Yaman.

Habib Umar pun memberikan contoh keteladanan Rasulullah SAW. Menurutnya, Nabi Muhammad tidak melakukan jihad kecuali setelah datang izin dari Allah SWT. Dan setelah mendapatkan izinpun Nabi berusaha mendamaikan sesama kaum muslimin.

“Beliau melakukan perdamaian dengan orang-orang musyrik yang telah memerangi kaum Muslimin. Juga membuat perjanjian damai dengan kelompok-kelompok lain dari orang-orang kafir,” ujarnya.

Pada bagian lain, Habib Umar pun kembali menegaskan sekaligus memberikan nasihat, bahwa hendaknya para ulama dan orang-orang yang bernisbat kepada syariat dan agama menjauhi pemahaman-pemahaman yang berdampak buruk terhadap hati, jiwa dan diri mereka. ■ RED/SAL/GOES

Related posts

Tak Jabat Walkot Jakut, HUSEIN MURAD Dapat Penghargaan dari Jakarta Rumah Kita

Redaksi Posberitakota

Usul Pilwagub Digelar Akhir Maret, BASRI BACO Dihujat Sesama Anggota DPRD DKI

Redaksi Posberitakota

Bedah Rumah di Kalideres, IBU SAROH : Pak Kapolres, Rumah Saya Tak Bocor Lagi

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment