Untuk Santri NU di Yogya, HABIB SYECH Himbau Jangan Saling Menyalahkan Jelang Pilpres

YOGYAKARTA (POSBERITAKOTA) – Jelang pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang sudah di depan mata, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf menghimbau kepada segenap Santri NU untuk tetap menjaga situasi kondusif. Sebab, kedamaian dan kerukunan umat perlu terus ditebarkan ke tengah kehidupan masyarakat.

“Jangan saling mencaci-maki dan jangan saling menyalahkan. Sebab, kita ini semua saudara,” tutur Habib saat memberikan tausiah dihadapan ribuan umat muslim di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Munawwir Krapyak Sewon Bantul, Yogyakarta, Rabu (5/12) malam.

Dikatakan Habib Syech bahwa menjelang pelaksanaan Pilpres 2019 mendatang, tidak dipungkiri karena banyak masalah muncul lantaran dipicu oleh persoalan sepele. Oleh karenanya, seluruh elemen masyarakat harus benar-benar menjaga persatuan dan kesatuan.

“Pilihan Anda yang terbaik bagi Anda. Pilihan saya yang terbaik bagi saya. Siapapun yang terpilih nanti, harus didukung bersama-sama,” ucapnya dengan kalimat teduh.

Melalui kesempatan tersebut, Habib Syech menekankan bahwa momentum Pilpres yang hanya lima tahun sekali, harus dimanfaatkan untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan. Manusia (kita-red) hanya sebatas memilih, namun semua itu yang menentukan adalah Allah SWT.

“Kedamaian itu mahal harganya. Karena itu, marilah kita jaga secara bersama-sama, demi tegaknya NKRI,” pesan Habib Syech lagi.

Nampak hadir sejumlah pejabat dalam acara tersebut. Mereka di antaranya Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri, Danrem 072/Pamungkas Yogyakarta Brigjen TNI Muhammad Zamroni, Kapolres Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan SIk MH dan para pejabat pemerintahan DIY Yogyakarta. ■ RED/GEHAES BST/GOES/PUSPEN TNI

Related posts

Gubernur Bali Wayan Koster Sebut Pariwisata Bali Sumbang 55% Devisa Nasional di 2025

Ke Seluruh Indonesia, ‘Bonte Cari Pahala Sabang-Merauke’ Siap Hadirkan Pelatihan Kesehatan Tradisional Gratis

Resmi Berakhir ‘Sebar Qurban 2026’, Amanah Pequrban Menjangkau 204.184 Penerima Hak Program