Pasca Relokasi PKL di Skybridge, OMBUSDMAN Soroti Revitalisasi Blok G Pasar Tanah Abang

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Ombusdman DKI Jakarta mengakui penataan kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat kini sudah semakin baik sejak dioperasikannya Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) atau skybridge. Badan Jalan Raya Jatibaru kini sudah bisa dilalui kendaraan dari dua arah setelah 446 pedagang yang semula berjualan di badan jalan kini direlokasi ke jembatan tersebut.

Kepala Ombusdman DKI Jakarta, Teguh Nugroho, mengatakan dengan beroperasinya JPM sebagai tempat penyeberangan orang sekaligus menampung ratusan kios, membuat banyak pihak merasa puas.

“Sebelumnya banyak mengeluhkan tentang sulitnya berdagang maupun penutupan akses jalan raya, kini mereka mengaku lebih nyaman. Pedagang lebih tenang berjualan di JPM sedangkan lalulintas di Jalan Raya Jatibaru kembali dibuka untuk umum,” ujar Teguh di Jakarta, Selasa (18/12).

Setelah penataan di JPM tersebut dapat berjalan sesuai rencana, kata Teguh, pihaknya akan menyoroti soal revitalisasi Blok G Pasar Tanah Abang. Ombudsman DKI menunggu rancangan Pemprov DKI terkait revitalisasi Blok G.

Menurutnya, rancangan revitalisasi Blok G termasuk dalam program penataan Tanah Abang seharusnya sudah disiapkan oleh pemerintah pada Desember 2018 ini.

“Posisi Ombudsman masih memonitor proses tersebut hingga langkah korektif DKI dilakukan sampai revitalisasi pasar Blok G,” paparnya.

Teguh melanjutkan bahwa Ombudsman bersikap pasif menunggu rancangan penataan Tanah Abang dari Pemprov DKI. Pihaknya juga tidak memiliki road map sendiri untuk nantinya disandingkan dengan versi DKI. Setidaknya, penataan Tanah Abang sejauh ini berjalan dengan baik dan langkah korektif maladministrasi dilakukan oleh DKI.

“Kami menunggu saja, karena tindakan korektif itu kewajiban pemprov, kami membantu prosesnya saja,” kata Teguh.

Secara terpisah Dirut PD Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan, belum bisa memastikan kapan peresmian JPM dilakukan oleh gubernur. Hingga kini pihaknya masih mengevaluasi jembatan bersama dengan SKPD terkait.

Evaluasia terakhir, 446 pedagang yang menempati kios di atas jembatan harus menggunakan identitas pengenal sehingga kios tidak mudah pindah tangan. Keamanan pun harus disiagakan di tiap pintu keluar baik arah KS Tubun atau Blok G.

“Untuk keamanan, kami berkoordinasi dengan Polsek Tanah Abang. Selain itu, kami juga sudah menambah toilet,” tuturnya. ■ RED/JOKO

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here