Permainan Flying Fox Sangat Diminati, HBKB JL GAJAHMADA Berlangsung Meriah

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Untuk pertama kalinya Jl Gajah Mada – Hayam Wuruk, Tamansari, diberlakukan sebagai kawasan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) dan berlangsung meriah. Sontak, kawasan tersebut ramai dikunjungi warga pejalan kaki untuk melakukan olahraga maupun menikmati hiburan yang digelar Pemkot Jakarta Barat.

Adapun salah satu permainan yang paling diminati warga adalah flying fox. Permainan terjun tali tersebut banyak diikuti warga, mulai dari anak-anak sampai orang tua.

“Horeee… Kita bisa naik flying fox gratis,” teriak Sanusi, salah satu remaja di Jl Hayamwuruk, Tamansari, Jakbar, Minggu (10/2). Flying fox sepanjang 30 meter itu, talinya di bagian tinggi bertumpu pada tiang halte busway dan bagian rendah di mobil blambir milik Sudin Penanggulangan Kebakaran Jakbar.

Sejak pagi hingga pukul 10.00, permainan flying fox dinaiki ratusan warga secara bergiliran. “Kami membuat flying fox di sini, tujuannya untuk memberikan hiburan kepada pengunjung CFD Hayamwuruk. Ternyata peminatnya membludak sampai ratusan orang dan mereka rela antre panjang demi merasakan sensasi permainan yang menaikkan adrenalin,” ujar Ketua Pleton Sudin Gulkarmat Supriono. Rencananya permainan ini akan digelar tiap pelaksanaan HBKB di kawasan ini.

Baca Juga:  Asri Anas : Kedatangan Penyair Bersama KPK ke Perpustakaan MPR Sangat Tepat

Wakil Walikota Jakbar M. Zen yang membuka acara tersebut mengatakan bahwa HBKB Gajah Mada – Hayam Wuruk baru pertama kali dilaksanakan.

“Sementara ini kegiatan tersebut hanya digelar sebulan sekali tiap minggu kedua dari pukul 06.00 sampai 10.00,” ujarnya. Kegiatan ini bertujuan mengendalikan polusi udara, mengajak warga berpola hidup sehat melalui olahraga jalan kaki, sepeda santai, dan lainnya. “Selain itu juga menyuguhkan hiburan serta memajukan usaha masyarakat di bidang kuliner dan produk lainnya,” sambungnya.

Sedangkan sejumlah pengendara mobil dan motor mengeluh adanya kegiatan tersebut. “Sebelumnya tanpa sosialisasi sama sekali, tiba-tiba diberlakukan HBKB. Kami terpaksa menempuh jalan berputar – putar dan macet. Mestinya HBKB itu cukup di Jl Thamrin Sudirman saja,” ujar Toni yang mengaku terjebak macet parah di Mangga Besar. ■ RED/JOKO

Beri Tanggapan