Meski PAD Sektor Pariwisata Meningkat, GUBERNUR ANIES Minta Jangan Cepat Berpuas Diri

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Selama dua bulan terakhir, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata di DKI Jakarta mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kenaikan itu berasal dari semua sektor pariwisata meliputi pajak hotel, pajak restoran dan juga pajak hiburan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengharapkan kenaikan tersebut hendaknya bisa ditingkatkan di masa mendatang. “Kenaikan PAD sektor pariwisata pada bulan Januari dan Februari 2019 cukup menggembirakan dibanding periode sama tahun lalu. Tapi kita jangan puas diri dan harus terus mencari potensi untuk meningkatkan pendapatan buat pembangunan,” ujar Anies di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (14/3).

Berdasarkan data dari Badan Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, PAD dari sektor pariwisata pada bulan Januari 2019 sebesar Rp 485,17 miliar. Sementara, di bulan Februari mencapai Rp 537,83 miliar. Tahun lalu di bulan yang sama tercayat Rp 411 miliar pada Januari dan Rp 511 miliar pada Februari.

Baca Juga:  Pidato di Sidang Paripurna DPRD DKI, ANIES Klaim Hubungan dengan Dewan Berjalan Harmonis

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Edy Junaedi, mengatakan bahwa di bulan Februari 2019 PAD dari pajak restoran senilai Rp 306,11 miliar; pajak hiburan Rp 164,73 miliar; dan pajak hotel Rp 66,99 miliar. “Ada peningkatan yang cukup signifikan. Kita berharap tren positif itu terus berlanjut,” ujarnya.

Edy juga menjelaskan jika pada tahun 2018 terjadi penurunan dari bulan Januari ke Februari, di tahun 2019 dalam periode yang sama justru mengalami peningkatan.

Ditambahkan Edy bahwa pihaknya akan terus mendorong upaya peningkatan target pendapatan PAD dari sektor pariwisata di tahun 2019 dengan berbagai upaya untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara.

“Kita akan gencarkan promosi pariwisata, berkolaborasi dengan komunitas hingga industri pariwisata dan pemerintah pusat,” tandasnya. ■ RED/JOKO/G

Beri Tanggapan