Jadi Irup Peringatan Harkitnas, SEKDA DKI Minta Masyarakat Jaga Persatuan & Kesatuan

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional di Lapangan Monas Sisi Selatan, Jakarta Pusat, pada Senin (20/5). Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-111 tahun ini mengusung tema Bangkit untuk Bersatu dan upacara dipimpin Inspektur Upacara, Sekda DKI Jakarta, Saefullah.

Saefullah menegaskan pentingnya menumbuhkan jiwa gotong-royong dan mengutamakan persatuan bagi keanekaragaman bangsa Indonesia. “Bangsa ini adalah bangsa yang besar yang telah mampu menghidupi semangat persatuannya selama berabad-abad. Kuncinya ada dalam dwilingga salin suara berikut ini: gotong-royong,” ujarnya di hadapan ribuan peserta upacara.

Semangat persatuan dan gotong-royong, menurut Saefullah yang membacakan pidato Menkominfo RI, telah mengakar dan menyebar di seluruh Nusantara. Ini dibuktikan dengan berbagai ungkapan tentang kearifan mengutamakan persatuan yang terdapat di seluruh suku, adat, dan budaya yang ada di Indonesia.

Mengingat kondisi Indonesia pasca pesta demokrasi, persatuan dan gotong-royong perlu ditegakkan. Sekda Saefullah menyampaikan, meskipun pilihan yang berbeda-beda dalam Pemilihan Umum, namun semua pilihan tentu untuk kebaikan bangsa.

“Kita sudah menyelesaikan pemilihan umum nasional tanggal 17 April yang lalu. Dan itu dilakukan dengan baik dan sekarang masih berproses dengan baik dan seharusnya kita tunggu saja hasil lembaga yang berwenang menurut UU, yaitu KPU, untuk mengumumkan hasil rekapitulasinya. Oleh sebab itu, tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita,” imbaunya.

Baca Juga:  Juara Umum PON di Papua, M TAUFIK Minta Pemprov DKI Jangan Persulit Dana Hibah

Penumbuhan jiwa gotong-royong dan persatuan tersebut sejatinya telah digaungkan bahkan sejak wilayah Nusantara disatukan oleh Mahapatih Gadjah Mada yang tertulis dalam naskah Sumpah Palapa. Dalam Sumpah Palapa tersebut, para ahli menyepakati makna amukti palapa, yang berarti Mahapatih Gadjah Mada yang tak akan menghentikan puasanya sebelum menyatukan Nusantara.

“Sumpah Palapa tersebut merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia. Wilayah Nusantara yang disatukan oleh Gajah Mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan nasional kita untuk mengikat wilayah Indonesia seperti yang secara de jure terwujud dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini,” tutur Sekda Saefullah.

Untuk diketahui, Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-111 ini diikuti oleh seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Bertindak sebagai petugas upacara, yakni jajaran Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta. ■ RED/JOKO/S

Beri Tanggapan