Lebih Baik Mencegah Ketimbang Mengobati, WARGA RW 25 VGH BEKASI Galakkan Siskamling Mandiri

BEKASI (POSBERITAKOTA) – Upaya pencegahan sedini mungkin ternyata jauh lebih baik ketimbang pada akhirnya harus mengobati. Bahkan prinsip tersebut tak hanya pas apabila dikaitkan dengan dunia kesehatan (penyakit), tapi juga cocok jika diselaraskan dengan dunia kriminalitas (kejahatan).

Sejumlah warga dan lingkungan rukun tetangga (RT) yang ada wilayah RW 25 Perumahan Villa Gading Harapan (VGH) Gerbang Timur, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Bekasi, justru tergerak secara bergantian menjaga lingkungan lewat giat sistem keamanan lingkungan (Siskamling) mandiri. Tujuannya tentu saja agar terhindar dari tindak kejahatan.

“Mencegah tindak kejahatan itu jauh lebih penting. Jangan sampai setelah ada kejadian, baru ada tindakan untuk menangani. Artinya, jangan sampai kecolongan, baru tergerak menanggulangi,” tutur Wahidin, warga RT 06, pria yang dikenal sebagai abdi negara tersebut kepada POSBERITAKOTA, Jumat (7/6) malam.

Kesadaran akan menjaga lingkungan, menurut dia, harus digalakkan apalagi saat ini situasinya pasca Hari Raya Idhul Fitri 1440/Lebaran. Sistem Siskamling mandiri juga dapat mengeliminir terjadinya tindak kejahatan. Jangan beri peluang waktu satu detik pun, terutama bagi pelaku kejahatan melakukan aksinya.

“Sebab, menjaga keamanan lingkungan itu merupakan kewajiban semua elemen. Baik itu pimpinan lingkungan sekelas Ketua RW/Ketua RT maupun masyarakat umum di dalam membantu aparat atau petugas Polmas,” imbuh Wahidin yang didampingi Yatno dan Rizky di Pos RT 06.

Hal senada juga dilakukan sebagian warga yang tidak Mudik Lebaran, khususnya di RT 02 yang diketuai Nursaid. Setiap malamnya ada sekitar 10-an warga kumpul-kumpul menjaga lingkungan secara bergantian. Mereka antara lain ada Rahman, Taryana, ustadz Moel, Yon dan Dewasi.

Herman, warga RT 03, nampak tengah asyik bermain kartu remi joker hanya untuk iseng, mengisi kekosongan waktu dalam ber-Siskamling mandiri. Ia ditemani Hendi, Dana, Cahyono, Saiful, Wied dan Ekom. Sedang Ketua RT-nya, Dhany, harus Mudik Lebaran lebih dulu.

Tak kalah meriah Siskamling mandiri juga dilakoni warga RT 14. Dikomandoi Marudin (Ketua RT) malah kumpul setiap malam hingga pagi hari, sejak H-2 dan bahkan rencana sampai H+5 Lebaran. “Warga di RT 14 sini, kalau nggak Mudik Lebaran, ya pasti keluar ikut Siskamling mandiri. Bisa iseng sambil main catur, sekadar remi jokeran dan sekalian disediakan cemilan,” tegasnya.

Baca Juga:  Bursa Cawabup Bekasi Memanas, AHMAD MARZUKI Dituding Sebagai 'Orang Luar'

Marudin, Ketua RT 14 tergolong sukses menggiatkan warganya dalam Siskamling mandir jelang dan pasca Lebaran. Mereka antara lain ada Denny, Teguh, Ronald, Endang, Kastomo, Deddy, Mujiono dan Andre.

Lingkungan RT 16 pun, terpantau cukup marak keterlibatan warganya dalam Siskamling mandiri. Hiburannya cukup main kartu remi joker. Ketua RT 19, Sugeng dan Joko sebagai salah satu warga, bisa disebut sebagai ‘motor‘ atensi atau partisipasi warga mau terlibat menjaga lingkungan.

Begitu pula di lingkungan RT 17. Setiap malamnya nyaris tak pernah sepi dari kegiatan warga untuk ber-Siskamling mandiri. Peranan Ketua RT-nya, Sumadi, sangat efektif karena mencontohkan langsung. “Alhamdulillah, warga di RT 17 ini, rasa memiliki lingkungannya jauh lebih besar. Mereka bisa kumpul setiap saat, meski tidak dalam kondisi Lebaran seperti ini,” tegas Sumadi.

Harapan ke depannya agar model Siskamling mandiri menghadapi atau pasca Lebaran, bisa lebih ditingkatkan atau dikoordinir secara lebih baik. Termasuk harus membuka wacana pemikiran, baik kepada Ketua-Ketua RT maupun elemen warga, agar memiliki kesadaran betapa pentingnya dalam kehidupan ini bisa saling menjaga.

Pepatah lama yang menyebutkan bahwa ‘Di mana Bumi Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung‘, nampaknya masih perlu diresapi oleh kita semua. Sebab, baik dan buruknya sebuah lingkungan (RT), justru pimpinan wilayah yakni Ketua RT dan staf serta seluruh warga yang ikut menentukan. Jadi, bukan karena orang perorang. Atau, warga yang tinggal lebih dulu, kemudian dibedakan dengan yang datang maupun tinggal belakangan. ■ RED/GOES

Beri Tanggapan