Kerjasama dengan Kedubes Selandia Baru, PEMPROV DKI Gelar Workshop Pendidikan Diikuti 750 Kepsek

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Pemprov DKI Jakarta berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan agar semua anak di Ibukota mendapatkan pendidikan yang layak. Salah satunya, dengan cara meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.

Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Kedutaan Besar Selandia Baru menyelenggarakan forum Lokakarya (workshop) berjudul Profesionalisme ASN bagi Tenaga Pendidik di Jakarta. Kegiatan bertempat di Gedung Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Jakarta Selatan, Selasa (25/6).

Gubernur Anies Baswedan berharap agar para kepala sekolah (kepsek) dan para tenaga pendidik di Ibukota Jakarta terus dapat meningkatkan kompetensi dan pengalaman. Sehingga, menghasilkan pemimpin dan tenaga pendidik yang mumpuni, berdaya dan berbudaya.

“Kepala sekolah adalah kunci. Kalau kepala sekolah itu kepemimpinannya hebat, Insya Allah sekolahnya akan hebat. Jadi, saya berharap Bapak/Ibu belajar,” ujar Anies saat membuka acara.

Karena itu, ditegaskan Gubernur DKI, jadilah kepala sekolah yang berdampak. Juga jadilah guru yang tidak terlupakan. “Kita ingin kesempatan yang jarang seperti ini dimanfaatkan untuk belajar,” tambahnya.

Anies turut mengapresiasi lokakarya yang bertujuan agar para peserta dapat memperoleh pengetahuan tentang pengembangan kompetensi terkait kepemimpinan kepala sekolah, pengembangan manajemen sekolah terkait perkembangan dunia pendidikan, dan gambaran sistem pendidikan di Selandia Baru.

“Saya bersyukur kita memiliki partner yang akan memberikan materi adalah mereka yang terbukti berhasil memajukan masyarakatnya lewat pendidikan. Saya ingin Bapak/Ibu tempatkan ini sebagai salah satu sumber pembelajaran. Pendidikan yang kita lakukan kepada anak-anak kita untuk mereka hari ini dan masa depan. Kita harus bekali mereka untuk masa depan. Untuk itu, kitanya harus siap untuk jadi masa depan,” ucapnya.

Plt Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) DKI Jakarta, Lutfi Arifin menambahkan, forum lokakarya ini diselenggarakan selama tiga hari, mulai tanggal 25 – 27 Juni 2019, pukul 08.00 – 16.00 WIB.

“Lokakarya ini diikuti oleh peserta dari Disdik terdiri dari 300 kepala sekolah mulai dari SD, 116 SMA dan 30 SMK. Kemudian 300 orang kepala sekolah terdiri dari 300 SMP, untuk lokakarya hari kedua. Dan terakhir, 150 orang pejabat struktural di lingkungan Disdik untuk lokakarya hari ketiga,” jelasnya.

Turut hadir dalam forum ini, Wakil Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Naomi Kyriakopoulos, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Kesejahteraan Rakyat DKI Jakarta, Catur Laswanto, Kepala Disdik DKI Jakarta, Ratiyono, serta para narasumber lokakarya dari Victoria University of Wellington, Selandia Baru (VUW), Brenda Mary Service dan David Allan Crabbe. ■ RED/JOKO/G

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here