Humanika Gelar Diskusi Kekosongan Wagub DKI, ANIES Didesak Cairkan Kemacetan Politik di DPRD

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Leletnya pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta dinilai sebagai pertanda terjadinya kemacetan politik di kalangan DPRD DKI, termasuk ketidak-akuran dua partai pengusung yakni Gerindra dan PKS. Untuk menengahi kebuntuan ini, Gubernur Anies diharapkan proaktif melobi sejumlah pimpinan partai tingkat nasional.

Hal itu terungkap dalam acara Diskusi Jakarta berjudul ‘Kekosongan Kursi Wagub dan Kinerja Pemprov DKI Jakarta’ yang digelar Himpunan Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika) di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (14/8). “Kalau Anies betul-betul menginginkan adanya Wagub, dia harus melobi petinggi partai di tingkat DPP untuk percepatan pengisian kursi Wagub,” ujar Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta selaku narasumber utama pada kegiatan diskusi tersebut.

Syarif menegaskan selama terjadi kekosongan kursi Wagub, kinerja Pemprov DKI hingga saat ini secara substansial tidak terganggu, buktinya penerbitan pergub dan kebijakan lainnya masih relatif normal.

“Tapi kalau secara protokoler memang agak mengganggu dan membuat Anies lebih capek karena harus mondar mandir kesana kemari,” tandas Syarif pada acara diskusi dipandu Ketua Humanika DR Rahmatullah.

Narasumber lainnya yang merupakan pengamat Jakarta, Amir Hamzah berpendapat ada atau tidak ada Wagub menurutnya tidak menjadi soal karena semua kebijakan strategis terdapat pada kewenangan Gubernur.

Baca Juga:  ICMI ORWIL DKI JAKARTA Gelar Rapat Pra Pelantikan Pengurus Internal

“Namun untuk percepatan pemilihan Wagub, kalangan DPRD terutama dari Gerindta dan PKS harus menggalang koalisi dengan fraksi lainnya. Kalau hal ini tidak dilakukan, maka meskipun anggota Dewan baru periode 2019-2024 yang akan dilantik pada tanggal 26 Oktober, sikap mereka akan tetap seperti ini,” tegas Amir.

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta yang sekaligus anggota Pansus Wagub DKI Gembong Warsono mendesak Gubernur Anies Baswedan turun tangan menyelesaikan perseteruan PKS dan Gerindra. Menurutnya Anies dipercaya bisa membantu memuluskan pemilihan Wagub DKI.

“Karena berlarutnya masalah ini terkait belum adanya kesepakatan antara Gerindra dan PKS,” tulis Gembong melalui Whatsapp. Gembong merupakan salah satu narsum namun berhalangan hadir pada acara tersebut karena ada rapat di gedung DPRD.

Gembong menambahkan ketika bicara di DPRD ada kebuntuan PKS dengan Gerindra,maka Anies jangan berdiam diri tapi harus bisa menjembatani. “Supaya hubungan kedua partai ini segera mencair, maka butuh bantuan dari pihak ketiga,” ujar Gembong. โ–  RED/JOKO/G

Beri Tanggapan