Antisipasi Virus Corona, BERSIH-BERSIH MASJID JAMI AL-IKHLAS RW 025 KEBALEN Sampai Jelang Ramadhan

BEKASI (POSBERITAKOTA) ■ Boleh jadi, rasa takut berlebihan alias psiko traumatik tengah melanda masyarakat kita dalam satu dua bulan belakangan ini. Penyebabnya? Apalagi kalau bukan adanya ancaman penyebaran virus Corona (Covid-19), karena sudah jadi ‘momok‘ menakutkan dan dapat menyebabkan kematian akut.

Sampai-sampai kehidupan di lingkup keagamaan pun terkena imbasnya. Hampir sebagian masjid di Tanah Air, mengikuti anjuran atau himbauan Pemerintah untuk sementara ‘meniadakan‘ gelaran sholat Jumat. Sebab, dengan kuantitas (jumlah) jamaah, dikhawatirkan rentan terhadap penyebaran virus Corona yang mematikan itu.

Menyikapi hal tersebut, tak sedikit upaya pencegahan dilakukan. Salah satunya dengan menyemprotkan cairan Desinfektan, karena diyakini dapat ‘membunuh‘ tumbuh berkembangnya virus membahayakan yang embrionya datang dari Kota Wuhan, di negeri China.

Sebegitu gampangnya dan percaya, kalau virus Corona telah menyebar di bumi Indonesia. Bahkan berimplikasi pada kehidupan beragama di Indonesia. Utamanya untuk sekadar menggelar sholat Jumat saja, begitu kuatnya aparat (Pemerintah-red) harus melarang dengan mengeluarkan semacam maklumat dan bisa berakibat pada pelanggaran pidana.

Sementara itu Pemerintah bagaikan memiliki sikap mendua atau ambivalen. Tak ingin virus Corona semakin menyebar di Indonesia, sedang kedatangan turis asing khususnya dari negeri China – bak air mengalir yang tak berusaha dibendung alias dicegah. Sikap itu kan sama aja boong, begitu orang Betawi bilang sekenanya.

Keberadaan Masjid Jami AlIkhlas RW 025 Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi melalui kelembagaan DKM-nya, tetap melakukan antisipasi. Selama dua pekan tak menggelar pelaksanaan sholat Jumat, namun tetap komit untuk melakukan bersih-bersih secara rutin hampir setiap hari.

Melibatkan para pengurus DKM, jamaah dan bahkan anggota IKRAR (Ikatan Remaja) RW 025 – hampir setiap hari melakukan bersih-bersih masjid. Hal itu untuk mengantisipasi, karena setiap harinya keberadaan masjid tetap menggelar sholat fardhu 5 waktu mulai Magrib, Isya, Subuh, Dzuhur sampai tiba sholat Ashar lagi.

Sejatinya, seperti yang diyakini para jamaah, manakala kondisi keberadaan masjid serba bersih – tak bakalan tumbuh dan berkembang sebuah virus apapun. Lain halnya dengan kehadiran jamaah yang justru bisa disebut rentan menyebabkan penularan virus mematikan tersebut.

Bentuk himbauan dari kelembagaan DKM Jami Al-Ikhlas RW 025 VGH Kebalen, selalu didengung-dengungkan. Bagi jamaah yang memang tak dalam kondisi sehat, apalagi berkondisi badan sedang panas tinggi, seyogyanya memilih tinggal di rumah untuk mengisolasi diri.

Nah, rasa aman dan nyaman sebenarnya sudah dilakukan. Apalagi jika paham wilayahnya tak masuk dalam kategori zona merah. Lantas, menjadi harapan warga dan para jemaah di lingkungan RW 025, ancaman virus Corona segera berlalu. Kenapa? Karena itu memang sedang ‘rindu‘ menunggu masuknya bulan suci Ramadhan 1441 H. RED/AGUS SANTOSA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here