Banyak Pejabat & Artis Tertular, WARGA JAKARTA Alami Psiko Traumatis Takut Pandemi COVID-19

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Penularan virus mematikan (COVID-19) semakin menjadi-jadi. Tak hanya menimpa kalangan warga biasa saja. Sudah cukup banyak, baik pejabat maupun artis, tertular. Malah dari pemberitaan di media, mereka ada yang meninggal dunia, setelah dinyatakan terpapar COVID-19.

Nah, bagaimana reaksi warga Jakarta? Ditemui secara acak oleh POSBERITAKOTA dalam sepekan belakangan, mereka mengaku mengalami psiko traumatis. Yang pasti, tidak mau sembrono atau terlalu meremehkan pandemi COVID-19.

“Ya, kayak begini, harus disiplin pakai masker yang terbuat dari bahan. Sesekali harus cuci tangan dan yang tak kalah penting, harus jaga jarak,” kata Suantini, karyawan swasta yang tinggal di Cakung, Jakarta Timur.

Perempuan berusia 30 tahun itu, mengaku harus naik Commuter Line setiap harinya, yakni dari Cakung ke kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Makanya, ia berusaha menghindar apabila harus berjubel-jubelan. Rela harus datang atau pulang telat. Yang penting selamat.

Hal senada juga dikatakan Ilham, pedagang pakaian di Pasar Tanah Abang, Jakarta. Ia bilang selama ini kalaupun datang pembeli, tidak terlalu berjubel-jubel. Karena memang  dibatasi oleh para petugas pengawas di pintu masuk pasar.

“Seperti biasa, saya jualan sejak pukul 08 pagi. Sedang tutupnya jam 5 sore. Nah, kalau bicara omzet, tetap mengalami penurunan mencapai 50 persen,” tuturnya.

Sedangkan Kirno, penarik ojek online (Ojol) di sekitar Terminal dan Stasiun KA Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengaku turun drastis untuk penumpang. Sekarang ini, tidak lebih dapat 5 sampai 8 penumpang. Kalau jaraknya dekat, tentu saja tak mendapat penghasilan sesuai harapan.

“Beruntung sih, Ojol masih diperbolehkan bawa penumpang. Kalau nggak, kami pasti dibikin kelabakan, karena nggak punya penghasilan,” kata pemuda yang sejak tiga tahun silam, tidak bisa melanjutkan kuliah karena faktor biaya.

Mereka yang punya usaha atau kerja di sektor informal, sejauh pengamatan POSBERITAKOTA, masih lumayan terlihat berjalan. Tapi, bagaimana mereka yang kerja di kantor swasta karena ‘dirumahkan’. Karena itu, adanya bantuan sosial (Bansos), sangat diharapkan. ■ RED/ALDI/RIO/TAG/GOES

Related posts

Antisipasi Tambah Jam Operasi Transjakarta, PEMPROV DKI Gelar ‘Nobar’ Pertandingan Timnas Indonesia vs Irak di Plaza Monas

Diikuti Para Srikandi & Pegawai Perempuan, PJ GUBERNUR HERU BUDI Buka Peragaan Busana di Halaman Pendopo Balaikota Pemprov DKI

Peringati Hardiknas 2024, SEKDA JOKO AGUS Bacakan Amanat Tentang Kebijakan Merdeka Belajar Bisa Diterapkan di Jakarta