PosBeritaKota.com
Megapolitan

Terapi Buang Darah Kotor, USTADZ MASHURI Sebut Perlu karena Bisa Timbulkan Berbagai Penyakit

TANGERANG (POSBERITAKOTA) – Banyak masyarakat belum tahu kalau ‘darah kotor’ yang ada di dalam tubuh kita dapat menimbulkan berbagai macam penyakit serta keluhan. Jadi, bukan hanya siklus menstruasi seperti yang dialami kalangan wanita saja. Karena itu, ‘darah kotor’ perlu dibersihkan, secara rutin setiap seminggu sekali.

Salah satu ahli pengobatan alternatif lewat ramuan herbal dan keahlian, Ustadz Mashuri, tercatat sudah cukup banyak membantu pasien. Ia sendiri buka praktek mulai pukul 09.00WIB sampai pukul 18.00 WIB, setiap Senin sampai Sabtu, bertempat di kawasan Tangerang, Banten.

Testimoni Ny Ria dapat menguatkan terapi pengobatan alternatif Ustadz Mashuri yang mampu memberikan jalan keluar. Keluhan penyakit ‘asam lambung‘ yang diderita ibu muda tersebut sudah tuntas. Deteksi awal akibat darah kotor.

“Memang dibutuhkan kesabaran untuk datang berobat di Ustadz Mashuri ini. Sebab, sebelum sembuh dari asam lambung, saya harus bolak-balik atau berobat jalan selama 6 bulan. Datang cukup sebulan sekali,” ucap Ny Ria blak-blakan mengutarakan pengalamannya.

Ny Ria pun menggaku sudah beraktifitas seperti biasa, tanpa ada keluhan lagi terkait asam lambung. Pengobatan alternatif Ustadz Mashuri dengan bantuan ramuan herbal, diyakini minimal risiko. “Jadi kalau nggak cocok, nggak mungkin saya mengatakan hal ini apa adanya.”

Sementara itu Ustadz Mashuri tercatat sudah ada 10 tahun buka praktek dan sukses membantu banyak pasien sampai sembuh total. Rata-rata terapinya dengan cara pembersihan darah kotor. Dalam sehari, bisa menangani antara 5 – 10 pasien.

“Prinsipnya, saya senang bisa membantu sesama dengan pengobatan alternatif ini. Sejauh ini hampir tidak ada yang komplain,” ucap Ustadz Mashuri yang terjun ke dunia pengobatan alternatif karena berkat keturunan dari kakeknya, Rojiki.

Ustadz Mashuri merasa bathinnya sangat puas dan selalu memanjatkan doa kepada Allah SWT, jika pasien yang datang berobat kemudian menyatakan telah sembuh. “Sebab, saya sendiri kepengen seluruh masyarakat menjadi sehat,” ucap dia.

Bagaimana situasi ditengah pandemi COVID-19 ini? Ustadz Mashuri menuturkan terjadi penurunan pasien yang datang mau berobat. Namun begitu, tegap semangat. Bahkan siap buka praktek juga ke beberapa daerah lain. Tentu saja dengan harapan bisa membantu masyarakat lebih banyak lagi.

Disinggung soal tahapan proses pengobatan yang dilakukan, Ustadz Mashuri bilang tak hanya berkat ramuan herbal dan keahliannya. Ia juga didukung oleh alat bantu teknologi dan 3 orang asisten. Termasuk anaknya sendiri, Novi, lewat alat teknologi untuk cek ‘HB’ darah dan kolesterol. “Jadi, saya cuma bantu ngecek aja,” kata Novi.

Sedangkan model terapi yang dilakukan, menurut Ustadz Mashuri, rata-rata seminggu sekali selama sebulan. “Prinsipnya, kita harus buang darah kotor. Dilakukan detokisasi. Itu yang utama. Kalau lancar bisa 15 menit. Terus yang agak kental, memakan waktu 20 menit,” jelas peraih predikat ‘Tokoh Pengobatan Alternatif Berprestasi Indonesia’ itu, menutup obrolannya. ■ RED/FATHONIE AG/GOES

Related posts

Pemilu Aman di Jakarta ‘Harga Mati’, ANIES Minta Lurah & Camat Libatkan Warga

Redaksi Posberitakota

Prioritas Tampung Anak Pedagang, DKI Bangun PAUD di Sejumlah Pasar Tradisional

Redaksi Posberitakota

FBR Gagas Temu Kangen Aliansi Ormas dan LSM se-Kota Bekasi

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment