Ini Terjadi di Kota Bekasi, ADA 1.543 PEKERJA Jadi Korban PHK Selama Masa Pandemi COVID-19

BEKASI (POSBERITAKOTA) – Selama masa pandemi COVID-19, bikin angka pekerja di Kota Bekasi yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK), lumayan tinggi. Dari data sementara tercatat sebanyak 1.543 pekerja. Angka bakal semakin bertambah lantaran saat ini masih ada yang dalam proses perselisihan antara karyawan dengan perusahaan.

Dalam keterangannya, Ika Indahyarti selaku Kepala Dinas Tenagakerja Kota Bekasi, mengungkapkan bahwa dampak pandemi COVID-19 sangat mempengaruhi semuanya. Buntutnya banyak pekerja yang menjadi korban PHK.

“Yang jelas, pandemi COVID-19 adalah segalanya. Namun faktor yang dapat mempengaruhi angka pengangguran meningkat, yakni karena jumlah serapan kerja tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja yang ada,” kata dia, Rabu (11/11/2020).

Menurut Ika akibat faktor pademi COVID-19, memaksa perusahaan-perusahaan di Kota Bekasi dan bahkan di luar daerah, terpaksa harus mengurangi kapasitas produksi.

“Selain itu karena kapasitas sejumlah perusahaan yang belum produksi optimal. Juga adanya perusahaan bertransformasi menggunakan tekhnologi digital, ikut mempengaruhi. Kemudian, ada pula perusahaan pengguna jasa otsorching,” papar dia.

Ditambahkan Ika bahwa angka pengangguran di Kota Bekasi, bisa dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat. Angka pengangguran naik sebanyak 2,8 persen dan jika dikalkulasikan mencapai 2,2 juta orang untuk kategori usia kerja.

Pada bagian lain, disebutkan Ika, rata-rata yang menjadi korban PHK merupakan pegawai kontrak. Mereka tidak lagi diperpanjang masa kontraknya, akibat kondisi pademi COVID-19, di mana mempengaruhi produksi.

“Tak bisa dibantah karena situasi pandemi COVID-19. Misalkan ada pekerja dikontrak selama satu tahun, setelah itu ya sudah. Tidak diperpanjang lagi, karena sesuai kontrak,” pungkas Ika, menutup wawancara. ■ RED/GOES

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here