PosBeritaKota.com
Syiar

Sampaikan Kajian Surah Sunatullah, USTADZ H HUSNI MUBAROK Tutup Ta’lim Shubuh Jelang Masuknya Bulan Ramadhan

BEKASI (POSBERITAKOTA) – Jelang masuknya bulan suci Ramadhan 1442 H dan sebagai penutup atau rehat mengisi ta’lim ba’da Shubuh di Masjid Jami Al-Ikhlas RW 025 Perumahan Villa Gading Harapan (VGH) Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Ahad (28/3/2021) pekan lalu – Ustadz H Husni Mubarok LC. M.Th menyampaikan pembahasan seputar ‘Kajian Tafsir Surah Sunatullah‘ mulai dari ayat 55 sampai 60.

Namun mencoba kilas balik dari ayat 54 sebelumnya dari ‘Kajian Tafsir Surah Sunatullah‘, Ustadz H Husni masih mamaparkan terkait pada Hari Kiamat. Menurutnya, tidak akan ada yang dibalas, kecuali apa yang sudah dikerjain oleh diri kita sendiri. Makanya, di situ nanti, tidak ada yang terdzolimi.

“Kalau nggak melakukan keburukan apapun, di akherat ya nggak bakalan diapa-apain. Jadi, nggak ada itu kedzoliman,” tutur ustadz yang pernah memperdalam ilmu agama Islam di Kairo (Messir), mengawali kajiannya dihadapan puluhan jamaah.

Malah, Ustadz H Husni menyebut justru kita sama diri dewek (sendiri-red) sering bersikap dzolim. “Oleh sebab itu, nanti di akherat, jangan takut. Kalau diri kita tidak kerja (perbuat-red), ya nggak mungkin disalahin. Meski, terkadang kita tidak merasa berdosa, padahal sedang berbuat kedzaloliman,” bebernya.

Pada sisi lain lagi, disebutkan pula dengan mengutip sebuah hadis yang disabdakan Rassulullah/Nabi Muhammad SAW. Siapa orang yang ingin dilihat dalam ibadahnya, biar kesohor atau kepengen didengar orang – di akherat nanti mau sujud tapi nggak bisa. “Di dunia bisa sujud, nah saat di akherat malah nggak bisa sujud,” paparnya, lagi.

Ustadz H Husni kembali menyitir bahwa ada firman Allah SWT, terkait perbuatan amal. “Sedikit pun diri kita beramal, pasti akan dilihat oleh Allah SWT. Cuma ya itu, beramal tapi diri kita nggak beriman, ya percuma,” ungkapnya.

Selanjutnya dalam ayat 55 dan 56, dibeberkan tentang sesungguhnya orang-orang atau hamba Allah SWT yang merupakan ahli syurga. Dan, masuk syurga dengan amal sholeh. “Tidak dewek (sendiri-red) saat masuk syurga. Mereka akan bersama pasangannya, kalau meninggal dunia dalam jihad fassabilillah,” ulasnya.

Dalam pembahasan terakhirnya di ayat 59 dan 60, Ustadz H Husni menjelaskan bahwa setiap amal juga balasanya beda. “Maka kumpulah dengan orang-orang yang sholeh. Jangan sebaliknya malah kumpul sama orang-orang malas,” kata dia.

Dicontohkan jangan juga sekali-sekali menyembah syetan, seperti minum-minuman keras, karena itu mengikuti perbuatannya. “Sebab, syetan dan jin itu akan terus ada,” pungkas Ustadz H Husni. □ RED/AGUS SANTOSA

Related posts

Dikomandoi Guru Aang, DPC FPI BABELAN Bersama MS Semprot Cairan Desinfektan ke Masjid & Wihara

Redaksi Posberitakota

Antisipasi Virus Corona, BERSIH-BERSIH MASJID JAMI AL-IKHLAS RW 025 KEBALEN Sampai Jelang Ramadhan

Redaksi Posberitakota

Hadirkan Penceramah KH Abidulloh, MESJID AL IKHLAS VGH 25 Kebalen Gelar Halal Bi Halal

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment