Khutbah Jumat di Bekasi, USTADZ HM MAKHTUM Minta Kita Tetap Semangat Beribadah & Beramal Shaleh Ditengah Pandemi

BEKASI (POSBERITAKOTA) – Gonjang-ganjing COVID-19 masih juga belum mereda. Namun patut disyukuri bahwa kita juga masih diberikan anugerah oleh Alloh Ta’ala dengan panjang umur sehat wal’afiat dan diizinkan berjumpa dengan bulan suci Ramadhon sebagaimana do’a yang telah kita panjatkan sejak bulan Rajab kemarin.

اللهم بارك لنا في رجب و شعبان و بلغنا رمضان*
(Yaa Alloh Berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban. Dan, sampaikan usia kami berjumpa dengan bulan Ramadhon).

Demikian intisari dari keseluruhan materi khutbah yang disampaikan Ustadz Drs HM Makhtum saat menjadi imam dan khotib dalam pelaksanaan sholat Jumat yang bertepatan dengan 11 Ramadhon 1442 H di Masjid Jami Al-Ikhlas RW 025 Perumahan Villa Gading Harapan (VGH) Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jumat (23/4/2021).

“Pada kesempatan yang sangat baik ini. Pada hari dan bulan yang mulia ini, marilah kita senantiasa berusaha maksimal untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kita kepada Alloh Ta’ala yakni dengan melaksanakan segala apa yang diperintahkan dan menjauhi segala larangan-NYA sesuai dengan kemampuan kita,” tuturnya.

Ustadz HM Makhtum menambahkan bahwa musim yang penuh dengan kebaikan telah hadir ditengah-tengah kita. Musim maghfirah, musim rahmah itu telah berada di depan mata kita. Akan tetapi, musim pandemi COVID-19 rupanya belum juga mereda dan lenyap dari hadapan kita. Ramadhon sebagai bulan termulia yang kita gadang-gadang dan kita tunggu-tunggu telah tiba, namun faktanya Corona katanya masih terus merajalela.

“Walaupun Corona sampai saat ini yang sudah lebih setahun masih saja melanda, namun dengan perlindungan Alloh Ta’ala, diri kita masih tetap terjaga. Keadaan di sekitar kita pada Ramadhon tahun ini mungkin tidak sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Kondisi perekonomian sebagian besar masyarakat pada Ramadhon tahun ini barangkali mengalami penurunan dan terus melemah. Situasi dan kondisi memang agak berubah. Namun hati kita tentunya tidak boleh berubah,” tegasnya.

Dalam menyikapi perkembangan terkini, menurut penceramah yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Yayasan Jami Al-Ikhlas RW 025 VGH tersebut, sesulit apapun keadaannya, hati kita tidak boleh goyah dan imanpun tidak boleh melemah. Namun sudah semestinya kita senantiasa terus mengasah serta melatih kesabaran dan rasa syukur jiwa kita.

Mungkin inilah barangkali ujian terindah dari Allah Ta’ala, apakah diri kita betul-betul memiliki sifat sabar dan syukur yang sejati? Ataukah sabar dan syukur kita selama ini hanya sebatas slogan di bibir semata?

معاشر المسلمين وزمرة المؤمنين رحمكم الله

Menurut Ustadz HM Makhtum lebih lanjut bahwa sambutan perlakukan kita pada Ramadhan tahun ini, tetaplah sama sebagaimana kita memperlakukan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Kita tetap semangat berusaha maksimal untuk meraih ampunan, keberkahan, rahmat Allah SWT dan pembebasan dari api neraka, sebagaimana hal tersebut juga kita lakukan dengan penuh semangat pada Ramadhon-Ramadhon sebelumnya.

“Semangat ibadah kita harus terus membara dan membaja. Api motivasi kita harus tetap senantiasa menyala. Gairah beribadah dan beramal shaleh dalam diri kita harus tetap terpelihara. Ibadah dan amal sholeh dapat kita lakukan di mana saja dan kapan saja. Jika tidak memungkinkan di masjid dan mushalla, maka dapat dilakukan di rumah bersama keluarga atau ditempat-tempat lainnya,” paparnya.

Pada Ramadhon tahun ini, kita bukan hanya berjuang melawan godaan syetan dan hawa nafsu, namun kita juga sedang berlaga dan bertanding di medan pertempuran melawan keadaan yang agak semrawut dan memprihatinkan serta serba terbatas. Keadaan yang membuat banyak orang menjadi kian panik, takut, resah, susah, risau, galau, khawatir, ketar-ketir, waswas yang berlebihan, hingga terkadang timbul bentuk cacian, makian, cercaan serta ketidaksabaran dan merosotnya keimanan serta rasa syukur.

Dalam situasi seperti ini, lanjut Ustadz HM Makhtum, kita tidak boleh kalah dengan keadaan. Namun kita harus mengalahkan keadaan dengan menjaga hati dan meningkatkan iman. Hati kita harus tetap bening, pikiran jernih, tidak boleh terkotori oleh limbah-limbah kepanikan dan ketakutan yang berlebihan. Iman kitapun tidak boleh susut akibat kepanikan dan ketakutan, dengan tetap menjaga kewaspadaan.
Ibadah jangan sampai kendor apalagi ditinggalkan, tempat-tempat ibadah, majelis-majelis ilmu dan dzikir harus tetap kita isi dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan. Karena dari situlah kita berharap banyak akan datangnya Rahmat dan keberkahan. Ikhtiar lahir batin terus tetap dilakukan, namun tawakal kepada Allah SWT jangan sampai terlewatkan.

معاشر المسلمين وزمرة المؤمنين رحمكم الله

Kesempatan beramal shaleh dan beribadah di bulan Ramadhon ini, janganlah kita sia-siakan. Namun kita bersemangat untuk berusaha maksimal penuh khusyu’ berharap kesempurnaan, kita lakukan dengan imanan wahtisaban, agar kita meraih ridla Allah SWT dan memperoleh pengampunan dosa dari-NYA. Kita lakukan ibadah dengan iman yang kokoh dan niat semata-mata karena Allah SWT. Iman yang kokoh artinya beriman bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Dzat yang wajib disembah, Dialah yang menciptakan segala sesuatu, tidak membutuhkan kepada segala sesuatu, menakdirkan segala sesuatu, menghendaki terjadinya segala sesuatu dan berbeda dengan segala sesuatu. Apapun yang terjadi adalah kehendak-NYA. Apa pun yang berlaku adalah takdir-NYA. Kita yakini bahwa dibalik setiap kejadian dan peristiwa pasti ada hikmah, ‘ibroh dan makna yang terkandung di dalamnya.

Niat karena Allah SWT, artinya niat semata-mata mengharap ridla dari Allah SWT. Bukan karena ingin mendapatkan pujian dari sesama hamba. Bukan karena ingin mendapatkan simpatik dari teman dan tetangga. Namun murni karena Allah SWT, Bukan karena yang lain. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (رواه البخاري)

Artinya: “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena dilandasi dengan penuh keimanan dan niat semata mengharap ridla Allah SWT, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (H.R. al-Bukhari)

Dalam hadits yang lain Beliau juga bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (رواه البخاري)

Artinya: “Barangsiapa yang menghidupkan malam-malam Ramadhan (dengan shalat-shalat sunnah dan ibadah-ibadah yang lain) dgn landasan penuh ke imanan dan niat semata mengharap ridla Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (H.R. al-Bukhari)

معاشر المسلمين وزمرة المؤمنين رحمكم الله

“Marilah kita lakukan berbagai ibadah dan amal Sholeh di bulan Ramadhan ini dengan iman yang benar, niat yang benar dan tata cara yang benar. Kebenaran iman, kebenaran niat dan kebenaran tata cara hanya dapat terwujud jika kita berilmu pengetahuan yang benar. Oleh karena itu, janganlah pernah bosan untuk mengkaji ilmu agama kepada para ahlinya,” urai Ustadz HM Makhtum.

Ditambahkannya bahwa karena ilmu agamalah yang akan menuntun kita untuk menapaki jalan kehidupan di dunia ini dengan selamat dan menunjukkan kepada kita jalan untuk meraih derajat takwa menuju Ridlo Alloh Ta’ala.

معاشر المسلمين وزمرة المؤمنين رحمكم الله

“Demikian khutbah singkat yang bisa saya sampaikan. Semoga dengan pertolongan Alloh Ta’ala, kita dapat mengisi Ramadhon dengan baik dan khusyu’ serta melaksanakan hak-hak Ramadhon dengan maksimal. Aamiin Ya RabbalAlamin,” tutupnya. ■ RED/FOTO : SOFYAN/AGUS SANTOSA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here