PosBeritaKota.com
Megapolitan

PANDEMI JADI PENYEBAB, PEDAGANG BENDERA PACEKLIK PEMBELI & TAK BISA KEMBALIKAN MODAL

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Perayaan HUT ke-76 Kemerdekaan RI dipastikan tak bakal seramai dua tahun sebelumnya. Karena saat ini masih dalam ancaman pandemi COVID-19, mayoritas masyarakat kurang antusias menggelar acara. Mereka sekadar memasang bendera merah putih koleksinya, karena memang faktor ekonomi atau keuangan yang tidak bisa jor-joran.

Gambaran itu diungkapkan sejumlah pedagang aneka bendera merah putih dan bendera hias yang muncul secara musiman, baik itu yang ada di Jakarta maupun kawasan Botabek. Paceklik pembeli sehingga menurunkan omzet. Tidak sedikit dari mereka malah tidak bisa mengembalikan modal.

“Kami jualan kan sejak 1 Agustus kemarin. Setiap hari harus menunggu lapak. Pembeli hanya sesekali. Itupun nilainya rata-rata di bawah Rp 100 ribuan,” kata Sutoyo, pedagang bendera dikawasan Kalimalang, Jakarta Timur, Sabtu (14/8/2021).

Menurut dia jangankan meraih untuk besar, modal awal yang dikeluarkan bisa-bisa ludes. Pasalnya, setiap hari dirinya harus keluar uang untuk makan, beli rokok dan ngopi. Jadi situasi masih belum normal seperti dua tahun sebelumnya, yakni di 2019 lalu.

Ungkapan senada dikatakan Aryati, pedagang bendera di daerah Bekasi. Ia ikut jualan bendera, karena ingin bantu-bantu suami. Tujuannya agar dapat penghasilan tambahan. Dalam sehari hanya bisa dapat antara Rp 100 sampai Rp 150 ribu.

“Jual bendera kayak begini, untungnya kecil. Ini sudah empat hari lagi mau acara Agustusan, tapi barang dagangan masih banyak,” tutur perempuan asal Indramayu yang sudah hidup merantau ke Bekasi bersama seluruh keluarganya.

Dari kalangan pedagang bendera di wilayah lain, mengungkapkan hal yang sama. Menurut mereka hal tersebut boleh jadi karena ada larangan dari Pemerintah. Tidak boleh menggelar acara Agustusan.

Tidak seperti saat masih situasi normal, masyarakat begitu jor-joran dalam membeli bendera dan aneka atribut untuk menggelar acara Agustusan. Sekarang? Justru banyak masyarakat pasang bendera, justru dari koleksi bendera yang dibeli pada tahun-tahun sebelumnya. ■ RED/TAG/DEV/ALD/EDITOR : GOES

Related posts

Kerjasama dengan HP Sekuritas, BAZNAS Buka Gerai Zakat Saham di Bursa Efek Indonesia

Redaksi Posberitakota

Tak Sesuai Spesifikasi, DPRD DKI Siap Panggil Pihak Terkait Proyek Gedung SLBN 09 Sunter Agung

Redaksi Posberitakota

Pakai APBD, PENGAMAT PERKOTAAN SGY Sentil Gubernur Anies agar Batalkan Formula E & Balikin Dana Rp 983,31 Miliar

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment