PosBeritaKota.com
Travel

JIKA BERANGKAT SELAMA PANDEMI, ESTIMASI BIAYA JEMAAH UMROH INDONESIA BAKAL MEMBENGKAK 30 SAMPAI 50 PERSEN DARI SEBELUMNYA

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Seperti telah sama-sama kita ketahui bahwa Pemerintah Arab Saudi akhirnya kembali membuka ibadah umrah untuk jamaah dari Indonesia. Bahkan informasi tersebut telah disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melalui nota diplomatik.

Diminta tanggapannya terhadap pengumuman di atas, CEO sekaligus Co-Founder Umroh.com, Ridho Irawan, menilai bahwa rencana dibukanya kembali umroh untuk jamaah asal Indonesia bukanlah yang pertama kalinya. Sebab, pada Agustus 2020 lalu umroh sempat dibuka, namun harus ditutup lagi lantaran adanya virus COVID-19 varian baru.

“Selanjutnya, di Juli 2021 juga dibuka kembali. Namun begitu, syaratnya sangat memberatkan dimana jamaah asal Indonesia harus divaksin ke-3 dengan booster vaksin moderna dan juga harus menjalani karantina 14 hari di negara ketiga,” ucap Ridho saat dihubungi POSBERITAKOTA, Rabu (13/10/2021).

Dalam penilaiannya lebih jauh, terkait pengumuman dibukanya kembali umroh yang terbaru ini, pihaknya masih belum mendengar mengenai syarat-syarat dari Pemerintah Arab Saudi yang memberatkan calon jamaah asal Indonesia. “Kenapa? Sebab, kalau syarat-syaratnya memberatkan, tentu dampaknya ke biaya umroh. Kalau biaya umroh terlampau tinggi, tentu dari segi jumlah jamaahnya akan terbatas,” bebernya.

Pada sisi lain lagi, menurut Ridho, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan juga masih mempersiapkan aplikasi PeduliLindungi agar dapat digunakan dan berlaku di luar negeri.

“Jadi, umroh ini kan bepergiannya ke Arab Saudi yang terkenal ketat. Oleh karenanya, kami ingin melihat terlebih dahulu, semudah apa bepergian ke negara tetangga, seperti Malaysia atau Singapura? Apakah integrasi PeduliLindungi dengan produk regulator di sana sudah efektif berjalan?” Begitu ungkap Ridho, penuh tanya.

Atas pertimbangan semua itu, pihaknya memilih untuk belum membuka layanan reservasi di Umroh.com, tentu sambil menunggu situasi yang kondusif. Namun perkiraannya akan kembali dibuka pada pertengahan tahun depan atau di akhir tahun 2022. “Sedangkan untuk paket umroh ataupun program marketing, kami belum ada. Kami masih menutup layanan reservasi di Umroh.com hingga situasi benar-benar kondusif,” tegasnya.

Kendati begitu, Ridho memproyeksikan layanan umroh itu diperkirakan akan membengkak atau mengalami kenaikan biaya sekitar 30% sampai 50% jika dilaksanakan selama pandemi. “Untuk biaya umroh sebelum pandemi adalah di kisaran Rp 20 juta sampai Rp 25 juta, maka estimasinya akan naik menjadi Rp 30 juta hingga Rp 35 juta,” pungkas Ridho Irawan. □ RED/AGUS SANTOSA

Related posts

Travel Update – Detroit named second best city for 2018 travel destinations

Redaksi Posberitakota

Flights to these big cities will be mega cheap in November

Redaksi Posberitakota

Travel News – How this family of 3 can afford to travel the world year-round

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment