32 C
Jakarta
13 August 2022 - 15:49
PosBeritaKota.com
Travel

DILEPAS TIM JKW-PWI & IKUT RITUAL DOA BERSAMA, YANNI KRISHNAYANNI MENUJU PENDAKIAN KE PUNCAK GUNUNG KERINCI

KAYU ARO (POSBERITALKOTA) – Pelepasan Tim JKW-PWI (Jelajah Kebangsaan Wartawan–Persatuan Wartawaan Indonesia) yang dipimpin Sonny Wibisono untuk Yanni Krishnayanni menuju pendakian ke puncak Gunung Kerinci (3.805mdpl), dilakukam secara sederhana, Selasa (9/11/2021) kemarin. Namun sebelum itu digelar pula ritual doa bersama demi keselamatannya.

Yang pasti untuk pendakian Gunung Kerinci ini merupakan kegiatan pendakian puncak gunung yang pertama, diantara 7 puncak gunung tertinggi di Indonesia atau populis dengan Seven Summit of Indonesia seperti yang sudah direncanakan.

Sedangkan untuk pencapaian ini bakal menjadi tonggak sejarah bagi dunia wartawan di Indonesia. Meski kegiatan pendakian yang didahului lewat perjalanan turing motor jarak jauh ini, juga merupakan hal yang jarang dilakukan oleh para pendaki gunung.

Mau tahu? Apalagi, pendakian ke puncak Gunung Kerinci dilakukan oleh seorang wanita yang sudah menginjak usia yang tidak muda lagi, 51 tahun.

Yanni Krishnayanni yang mendapat pendampingan para riders : Sonny Wibisono (Otomotif1.com), Agus Blues Asianto (terminalnews.id) dan Indrawan Ibonk (Journey of Indonesia.com) – sehingga akan menjadikan Yanni Krishnayanni (askara.co) merasakan lebih nyaman dalam perjalanan yang akan menembus 17.000 Km tersebut.

Dengan menggunakan motor Kawasaki, keempat rider akan melintas di 15 pulau dan 34 Provinsi di Indonesia.

Selain memperoleh dukungan dari PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) yang memberikan 2 unit Kawasaki W175TR, Kawasaki KLX 230, dan Kawasaki KLX 150. Perjalanan Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan – PWI, pun mendapat dukungan penuh produsen ban Kingland, PT United Kingland, juga perlengkapan turing dari Continmoto Jakarta, Trooper Custom Helmet, Djarum Foundation dan Artha Graha Peduli. 

Hingga waktu menjelang sore (Selasa, 9 Nop 2021), Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan belum memperoleh informasi apapun tentang perkembangan dari perjalanan pendakian Yanni. Sebab, tebalnya awan yang menyelimuti punggung Gunung Kerinci hingga ke puncak – sempat membuat tim khawatir.

“Terlebih lagi, sampe jam 5 sore ini kami belum menerima kabar apapun dari Yanni. Padahal, Yanni sudah dibekali alat komunikasi telpon satelit untun memberikan informasi apapun tentang pendakiannya,” jelas Indrawan Ibonk.

Tidak banyak yang bisa dilakukan oleh anggota tim yang lain karena berada di penginapan Nayla Homestay dari di kaki Gunung Kerinci. “Kegiatan kami hanya berkutat seputar pengolahan data-data yang akan digunakan sebagai bahan tulisan, foto dan vidio selama perjalanan motoran,” kata Agus ’Blues’ Asianto selaku Road Captain.

Namun, tepat pukul 19.00 WIB, Tim JKW-PWI sempat disambangi oleh pengurus PWI Kerinci yang diwakili oleh Ady, Jony dan Dedi.

“Yang jelas, kehadiran rekan-rekan wartawan lokal dari PWI Kerinci ini menjadi penghiburan bagi kami yang belum menerima kabar apapun tentang pendakian Yanni,” papar Ibonk.

Bukan hanya itu saja. “Kami juga banyak berbincang soal kisah perjalanan Tim JKW-PWI, mulai dari pelepasan hingga seputaran kegiatan kunjungan ke wilayah provinsi-peovinsi yang kami lalui,” tambahnya. lanjut

Ibonk sempat menyampaikan kekhawatiran Tim JKW-PWI yang belum menerima kabar dari Yanni tentang pendakiannya yang dimulai sejak pagi hari itu. Pasalnya, kumpulan awan yang menggelayut dipunggung hingga puncak gunung memang menutup tebal dan mulai menampakkan tanda-tanda akan turun hujan.

“Bahkan, curah hujan diseputaran Kayu Aro hingga puncak Gunung Kerinci memang sedang tinggi sebulan terakhir ini,” kata Yovansha Esa Putra, seorang pengurus penginapan Nayla Homestay, tempat Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan – PWI bermalam di Kayu Aro, Jambi.

Sedangkan tentang kehadiran Ady dan rekan-rekan dari PWI Kerinci memang tidak sekedar berkunjung dan berbincang soal kisah perjalanan tim saja. Namun, mereka juga melakukan koordinasi kepada rekan-rekan pendaki di lokalan Gunung Kerinci, khususnya di pos-pos pantau pendakian Kerinci.

Dikatakan Ady bahwa Yanni terpantau melintas bersama Andrean dari pos-pos pendakian secara estafet dan melalui informasi dari para pendaki yang turun dari pendakian.

Sementara itu Dar Edi Yoga, selaku Ketua Pelaksana kegiatan turing dan hiking Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan pun tak tinggal diam untuk segera mencari informasi pendakian Yanni.

“Tentunya, kami berharap Yanni dalam keadaan baik-baik saja. Mengingat cuaca di penginapan kami di kaki gunung terus diguyur hujan sepanjang hari,” timpal Sonny.

Tak ada kalimat dan harapan yang paling pas, kecuali Yanni tetap dilindungi oleh Allah SWT. Selamat di perjalanan dan menyelesaikan pendakian hingga puncak Gunung Kerinci. Aamiin YRA,” tutur Sonny. □ RED/PWI/AGUS SANTOSA

Related posts

SAS seasonal summer 2018 routes – 5 new destination & 27 new non-stop routes

Redaksi Posberitakota

KUNJUNGI KODIM 0417/KERINCI, TIM JKW – PWI SILATURAHMI & UCAPKAN TERIMA KASIH DIBANTU SAAT ALAMI LOST CONTACT PENDAKIAN GUNUNG KERINCI

Redaksi Posberitakota

TAK SIA – SIAKAN KELILING DI KAKI GUNUNG GAMALAMA, TIM JKW – PWI MENGASPAL DI KOTA REMPAH TERNATE

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment

Beranda
Terkini
Trending
Kontak
Tentang