26.2 C
Jakarta
27 June 2022 - 04:22
PosBeritaKota.com
Nasional

TINJAU PABRIK BERSAMA MENDAG, KAPOLRI PASTIKAN AWASI DISTRIBUSI & HARGA MINYAK GORENG DI PASAR

JAKARTA (POSBERITAKOTA) □ Sebagai upaya kepastian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, seluruh Kapolda diperintahkan agar mengawasi ketersediaan minyak goreng di pasar tradisional dan modren. Demikian perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat bersama Menteri Perdagangan (Mendag RI) Muhammad Lutfi meninjau langsung pabrik minyak goreng PT. Bina Karya Prima di Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (15/3/2022).

Bahkan, Kapolri memastikan bakal melakukan peninjauan secara langsung ke pabrik-pabrik minyak goreng lainnya untuk memastikan ketersediaan stok hingga harga penjualan minyak goreng dipasaran sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah, yakni Rp 14.000/liter.

“Tentunya, saya akan melaksanakan pengecekan lagi ke wilayah lain. Ini untuk memastikan sebenarnya kebijakan terkait DMO sudah berjalan dari pabrik minyak goreng sendiri. Khususnya menjual sampai dengan pasar dengan harga Rp 14.000, sesuai dengan apa yang ditetapkan Pemerintah,” tegas Kapolri Jenderal Sigit.

Pada saat melakukan pengecekannya di PT. Bina Karya Prima di Cilincing, Sigit menyebut bahwa dari laporan pihak produsen telah mendapatkan bahan baku sesuai dengan harga eceran tertinggi.

“Makanya, saya bersama Mendag meninjau langsung terkait dengan proses mulai dari kebijakan DMO yang diputuskan beliau. Kami langsung bicara dengan para produsen CPO yang memiliki kewajiban DMO. Tadi kita tanyakan dari bahan oline dijual sesuai HET Rp 10.300. Beliau terima juga dari produsen CPO dengan harga Rp 9.300. Kemudian diolah dan beliau menjual dengan harga sesuai HET Rp 14.000. Beliau sampaikan bahwa proses produksinya saat ini bisa dua kali lipat dari yang biasanya,” tuturnya, lagi.

Sedangkan patokan harga tersebut, menurut Sigit, pihak produsen mengaku masih mendapatkan margin jika dalam melakukan penjualan minyak goreng dengan harga sesuai kebijakan Pemerintah.

Ditambahkan alumni AKPOL 1991 tersebut bahwa pengecekan ke pabrik-pabrik lainnya kedepan, juga bertujuan untuk melihat apa yang menjadi penyebab masih diketemukannya harga minyak goreng yang dijual dipasaran tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi yang ditetapkan Pemerintah.

“Tujuannya ada hal yang nanti akan kita luruskan dan cek juga ke pabrik-pabrik lain. Apakah ada pabrik lain yang produksinya menurun ataukah ada yang tidak produksi sama sekali atau tetap normal? Kemudia menjadi catatan kita untuk melakukan pengecekan di tempat lain, terkait dengan adanya perbedaan harga yang terjadi di pasar,” ucap Sigit.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan (Memdag) RI Muhammad Lutfi mengungkapkan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolri untuk ikut memastikan produksi minyak goreng di dalam negeri.

“Melalui kesempatan ini, saya ingin
mengucapkan terima kasih kepada Pak Kapolri. Ditengah kesibukannya bisa datang melihat sendiri proses DMO dengan domestik price obligation. Ketika dikerjakan dengan baik sebenarnya bisa jalan. Dalam 28 hari terakhir sudah terkumpul lebih dari 500 juta liter minyak goreng yang ada di masyarakat. Tapi keadaannya meskipun barang ada harganya belum sesuai Pak Kapolri,” ucap Lutfi.

Oleh karenanya, Lutfi menegaskan bahwa pihaknya bersama dengan jajaran Kepolisian akan bersinergi memutus praktek-praktek mafia minyak goreng yang memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi.
“Malah, sekarang ini kita juga masih melihat kemungkinan karena tingginya harga dunia sebabkan orang-orang yang sebelumnya tidak berpikir berbuat curang bisa-bisa berbuat curang. Ini sedang kita cek, kita mau peringatkan terutama bagi mafia-mafia minyak goreng yang berusaha untuk dapatkan keuntungan sesaat, kita datang dan tertibkan, kita sikat bersama,” ungkap Lutfi, menutup keterangannya. ■ RED/THONIE AG/EDITOR : GOES

Related posts

Ditanya Serius Soal Capres 2024, RIDWAN KAMIL Diplomatis Menyebut Kalau Itu Soal Takdir

Redaksi Posberitakota

Andmesh Kamaleng, Juara Rising Star 2017 Bikin Heboh Kupang

Redaksi Posberitakota

Ricuh Internal KPK, Presiden Jokowi : Tak Mau Cawe-cawe

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment

Beranda
Terkini
Trending
Kontak
Tentang