32.5 C
Jakarta
1 December 2022 - 16:33
PosBeritaKota.com
Syiar

Memaknai Idhul Fitri, Prof DR H Dailami Firdaus : “Janganlah Kita Masuk Golongan Merugi karena Tak Raih Ampunan Usai Ramadhan”

JAKARTA (POSBERITAKOTA) □ Perjalanan Ramadhan 1443 Hijriyah baru saja meninggalkan kita semua, setelah selama sebulan penuh menjalani dengan istiqomah kewajiban berpuasa. Umat Islam pun bakal meraih kemenangan di Hari Raya Idhul Fitri. Namun apakah kita otomatis meraih ampunan atas segala dosa, begitu usai melewati Ramadhan kali ini?

Senator DKI Jakarta (Anggota Dewan Pimpinan Daerah/DPD RI), Prof DR H Dailami Firdaus SH L.LM MBA, melalui kesempatan di penghujung Ramadhan ini mencoba memaknai Hari Raya Idhul Fitri 1443 H (Lebaran), ditengah pengalamannya dua tahun berturut-turut sebelumnya negeri kita (Indonesia) dihantam badai virus Corona (COVID-19).

“Seperti kita ketahui bahwa sejak ada pandemi COVID-19 dua tahun silam lebih, umat Islam terganggu dan terusik oleh aturan sehingga untuk melaksanakan sholat Taraweh di bulan Ramadhan agak terganggu. Nah, karena itu dampaknya bisa menurunkan semangat dan kekhusyukan dalam beribadah. Yang pada akhirnya pahala yang besar dan berlipat ganda, justru nihil didapat,” tuturnya.

Ditambahkan Prof Dailami, maka itu janganlah kita masuk dalam golongan yang merugi. Kenapa? Karena, kita tak meraih segala ampunan dosa-dosa, begitu usai menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan suci Ramadhan. Selain itu, kita pun malah luput mendapat pahala besar dan yang berlipat ganda.

“Dalam sabdanya, Nabi Muhammad SAW menyebutkan bahwa jika kita tidak dapat pahala yang besar ketika diakhir bulan Ramadhan, bumi dan langit pun menangis. Di situ ada musibah bagi umat Nabi Muhammad SAW,” ucap Prof Dailami kepada POSBERITAKOTA, Minggu (1/5/2022).

Bertemu dan menjalani ibadah puasa Ramadhan, justru agar seseorang menjadi diampuni dosa-dosanya. Sebab, jika belum dapat ampunan, artinya bisa merugi atau bisa disebut celaka “Celakanya seseorang dan termasuk bagi orang yang sholeh, ketika masuk Ramadhan tapi tidak diampuni atau tidak mendapat ampunan. Makanya, berdoalah dan minta agar puasa, ruku dan sujud kita diterima oleh Allah SWT,” urainya, menyudahi wawancara. ■ RED/AGUS SANTOSA

Related posts

Bersama Ustadz HM Basyir, YAYASAN PENA Gelar Maulid Nabi di Gunung Putri Bogor

Redaksi Posberitakota

Kutbah Jum’at Ustadz Ahmad Qudzerin : “Ada 6 Hal Pintu Surga Selalu Terbuka & Pintu Neraka Selalu Tertutup untuk Kita”

Redaksi Posberitakota

SUDAH 2 TAHUN TIAP JUMAT, QUBIL AJ BERBAGI LEWAT PROGRAM GANASTRI & SANTUNI PULUHAN ANAK YATIM

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment

Beranda
Terkini
Trending
Kontak
Tentang