26.2 C
Jakarta
29 January 2023 - 00:08
PosBeritaKota.com
Nasional

Dari Tingkat Pusat Sampai ke Daerah, WAKETUM MUI ANNWAR ABBAS Minta Pemerintah Audit Baznas Secara Benar

JAKARTA (POSBERITAKOTA) □ Melalui pernyataannya secara terbuka, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Waketum MUI) Anwar Abbas, meminta agar Pemerintah memeriksa sekaligus mengaudit Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dari tingkat pusat sampai daerah secara benar. Permintaan itu menyusul hebohnya dana zakat, infaq dan sedekah (ZIS) yang dipergunakan tidak sebagaimana mestinya.

Terkait mencuatnya kabar bahwa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan dana bantuan renovasi rumah bagi kader PDIP dengan menggunakan dana Baznas, jelas dinilainya ‘ngawur‘ alias tidak tepat sasaran. Fungsional Baznas sudah ‘disusupi‘ oleh kepentingan partai politik tertentu, dana yang dihimpun dari masyarakat pemberi zakat, infaq dan sedekah, kok penyalurannya untuk kader partai?

“Karena itu sudah menyalahi prosedural dan fungsional lembaga resmi non Pemerintah, saya mengusulkan agar memeriksa dan mengaudit Baznas dari tingkat pusat sampai daerah. Kenapa? Karena dikhawatirkan seperti kata-kata orang bijak di mana ada gula, di situ ada semut, maka tidak mustahil telah terjadi penyalahgunaan terhadap dana Baznas,” tegas Anwar dalam keterangan tertulisnya yang dilansir POSBERITAKOTA, Sabtu (31/12/2022).

Pada bagian lain, Waketum MUI juga menyesalkan penyerahan bantuan renovasi rumah untuk kader PDIP. Bahkan sangat menyayangkan tindakan Baznas, Ganjar dan pihak-pihak yang menyarankan bantuan tersebut. Justru, menurut dia, melihat dana Baznas malah tidak disalurkan ke pihak yang membutuhkan. Karenanya, menuntut dan perlu ada keterbukaan dalam pengelolaan dana oleh Baznas.

“Jadi hal itu sangat penting dilakukan, tentu saja agar tidak ada fitnah ditengah-tengah masyarakat. Supaya Baznas benar-benar dapat dipercaya oleh masyarakat sebagai lembaga penghimpun dan penyalur dana zakat, infaq dan sedekah,” pinta Anwar.

Seperti diketahui bahwa sebelumnya, warganet mengkritisi langkah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, karena telah menyalurkan dana bantuan ke kader PDIP tapi menggunakan dana Baznas. Bahkan melalui akun media sosial (Medsos) Ganjar yang ramai diwacanakan bakal ‘Nyapres‘ di Pemilu 2024 mendatang, nampak menyerahkan simbolis plakat bantuan sebesar Rp 20 juta dengan logo Baznas.

Sementara itu Ketua Baznas Jateng, Ahmad Daroji, telah memberikan klarifikasi bahwa pihaknya tidak menyalurkan bantuan khusus untuk orang partai tertentu. Namun, ia menyebutkan Baznas menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Yang diberikan Baznas itu adalah orang miskin. Tapi, tidak ditanya kamu partainya apa? Namun yang ditanya itu, miskin atau tidak! Jadi, bantuan rumah karena miskin dan rumahnya tak bisa diperbaiki. Dan, kebetulan orang itu dari PDIP,” jelas Daroji berdiplomatis ■ RED/AGUS SANTOSA

Related posts

Ada Kebocoran Cekdam, BNPB Sebut Lubang Misterius di Sungai Sleman Sudah Bisa Diatasi

Redaksi Posberitakota

Bakal Digugat Keluarga Pasien Meninggal, RSUD ABDUL AZIZ SINGKAWANG KALBAR Diduga Sabotase Hasil Tes COVID-19

Redaksi Posberitakota

Demo, PEDAGANG PULSA Desak Pemerintah Cabut Pembatasan Penggunaan Kartu

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment

Beranda
Terkini
Trending
Kontak
Tentang