Tentang Air yang Bisa Langsung Diminum, AHLI PLANOLOGI NIRWONO YOGA Dorong PAM Jaya Bisa Meniru Melbourne atau Sidney

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Beberapa kota maju yang ada dibelahan dunia, dimana salah satunya sudah menyediakan air langsung bisa diminum dari kran, harus menjadi inspirasi bagi Perumda PAM Jaya. Harapan itu tentu saja bukanlah hal tak bisa dicapai.

Oleh karenanya, dikatakan Ahli Planologi Nirwono Yoga, selain optimis juga siap mendorong Perumda PAM Jaya agar mau meniru (contoh-red) pelayanan dari kota maju di dunia yang sudah lebih dulu melakukan.

“Selayaknya, ya sudah harus mulai dikembangkan. Yakni terhadap layanan air siap minum langsung dari keran-keran. Sebut saja seperti di Singapura, Melbourne, Sydney dan Tokyo sebagai bentuk layanan bagi masyarakat,” ucap Nirwono Yoga, Jumat (31/1/2025) kemarin kepada media di Jakarta.

Menurutnya bahwa selama ini menyediakan air langsung minum dari keran merupakan mimpi besar PAM Jaya. Sebab, keinginan itu terhalang dengan pipa air di bawah tanah yang berusia ratusan tahun, sehingga perseroan daerah tak menyarankan masyarakat mengonsumsi air langsung dari keran.

Nirwono Yoga pun optimis perseroan daerah itu bisa mewujudkan mimpi tersebut. Terlebih peningkatan pelayanan kepada pelanggan merupakan suatu keniscayaan bagi perseroan daerah, tentu saja setelah penyesuaian tarif air sejak Januari 2025 ini.

“Dengan penyesuaian atau kenaikan tarif, kedepan ⁠harus mampu mendorong peningkatan layanan kualitas-kuantitas dan kontinuitas ketersediaan air bersih yang memadai dan layak pakai,” ungkapnya, penuh harap.

Selain itu lagi, kata Nirwono Yoga bahwa kenaikan tarif PAM Jaya juga perlu diiringi dengan sosialisasi yang tepat kepada masyarakat. Harapannya, informasi yang diberikan dapat jelas dan dipahami sehingga tidak ada penolakan.

Sedaangkan bentuk sosialisasi yang dimaksud, misalnya penghuni apartemen maupun kondominium tetap dikenakan tarif K3 (niaga), bukan K2 (rumah tangga). Biasanya penghuni unit tersebut memiliki latar belakang ekonomi mampu.

“Jadi, khusus untuk penghuni apartemen tetap dikenakan tarif K3, agar dapat mensubaidi K1 (sosial) dan K2,” imbuh pria yang juga jebolan dari Universitas Trisakti Jakarta tersebut.

Pada bagian lain, Nirwono Yoya juga meminta PAM Jaya untuk mengakselerasi pembangunan perpipaan, agar target 100 persen layanan bisa tercapai pada tahun 2030 mendatang. Kemudian diperlukan jaringan kawasan industri, komersial, perkantoran, pusat perbelanjaan hingga ke seluruh rumah tangga di Jakarta.

“Maka itu, sebaiknya pembangunan pipa diutamakan dulu bagi kawasan Jakarta bagian Utara agar dapat terlayani 100 persen. Lalu, diikuti penghentian pemompaan air tanah yang bisa menyebabkan penurunan muka tanah,” urainya, lagi.

Perlu diketahui bahwa Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi, sudah menyampaikan keinginannya agar ke depan air PAM Jaya tidak hanya digunakan untuk mandi warga. Akan tetapi, tambah dia, juga harus sudah bisa diminum seperti air kemasan.

“Mungkin masih ada air PAM Jaya yang digunakan untuk mandi. Namun kedepannya, kita dukung agar PAM Jaya bisa menyediakan air minum melalui berbagai dispenser di tempat-tempat publik. PAM Jaya juga berencana membuat air minum kemasan seperti yang di Food Station dan hal itu tentu kami dukung,” ucapnya.

Berikut perincian tarif air PAM Jaya yang berlaku di Jakarta per Januari 2025,:
1. Kelompok pelanggan KI (bangunan sosial, rumah tangga sangat sederhana I, hidran kebakaran)
* Penggunaan air 0-10 meter kubik: Rp1.000 per meter kubik
* Penggunaan air 11-20 meter kubik: Rp1.500 per meter kubik
* Penggunaan air lebih dari 20 meter kubik: Rp1.700 per meter kubik.

2. Kelompok pelanggan di rumah susun sangat sederhana
* Penggunaan air 0-10 meter kubik: Rp1.000 per meter kubik
* Penggunaan air 11-20 meter kubik: Rp2.000 per meter kubik
* Penggunaan air lebih dari 20 meter kubik: Rp3.000 per meter kubik.

3. Kelompok pelanggan rumah tangga sangat sederhana II
* Penggunaan air 0-10 meter kubik: Rp1.500 per meter kubik
* Penggunaan air 11-20 meter kubik: Rp3.000 per meter kubik
* Penggunaan air lebih dari 20 meter kubik: Rp5.550 per meter kubik.

4. Kelompok pelanggan rumah susun sederhana sewa-pemerintah
* Penggunaan air 0-10 meter kubik: Rp1.050 per meter kubik
* Penggunaan air 11-20 meter kubik: Rp7.450 per meter kubik
* Penggunaan air lebih dari 20 meter kubik: Rp7.450 per meter kubik.

5. Kelompok pelanggan rumah tangga sederhana I
* Penggunaan air 0-10 meter kubik: Rp3.550 per meter kubik
* Penggunaan air 11-20 meter kubik: Rp6.750 per meter kubik
* Penggunaan air lebih dari 20 meter kubik: Rp7.500 meter kubik.

6. Kelompok pelanggan rumah tangga sederhana II
* Penggunaan air 0-10 meter kubik: Rp4.000 per meter kubik
* Penggunaan air 11-20 meter kubik: Rp7.500 per meter kubik
* Penggunaan air lebih dari 20 meter kubik: Rp9.500 per meter kubik.

7. Kelompok pelanggan rumah tangga menengah I
* Penggunaan air 0-10 meter kubik: Rp4.900 per meter kubik
* Penggunaan air 11-20 meter kubik: Rp9.500 per meter kubik
* Penggunaan air lebih dari 20 meter kubik: Rp12.500 per meter kubik.

8. Kelompok pelanggan rumah tangga menengah II
* Penggunaan air 0-10 meter kubik: Rp6.000 per meter kubik
* Penggunaan air 11-20 meter kubik: Rp10.500 per meter kubik
* Penggunaan air lebih dari 20 meter kubik: Rp14.000 per meter kubik.

9. Kelompok pelanggan rumah tangga di atas menengah I
* Penggunaan air 0-10 meter kubik: Rp6.825 per meter kubik
* Penggunaan air 11-20 meter kubik: Rp12.500 per meter kubik
* Penggunaan air lebih dari 20 meter kubik: Rp17.500 per meter kubik.

10. Kelompok pelanggan rumah tangga di atas menengah II
* Penggunaan air 0-10 meter kubik: Rp8.600 per meter kubik
* Penggunaan air 11-20 meter kubik: Rp15.000 per meter kubik
* Penggunaan air lebih dari 20 meter kubik: Rp20.000 per meter kubik. © RED/AGUS SANTOSA

Related posts

Dukung Kebijakan Gubernur Pramono, Plt Sekretaris DPW PPP DKI Muhammad Hatta Siap Bantu Gencarkan Sosialisasi Program Pilah Sampah

Kriminologi 500 Tahun Jakarta, Agustus 1945 : Ketika Jakarta Kota Tanpa Tuan (Seri 20)

Hindari Perilaku Seks Menyimpang, Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan Nikahkan Pasangan Pemulung di Kota Bekasi