JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Ribuan pengemudi ojek online (Ojol) yang tergabung dari beberapa aplikasi bikin aksi demo di Patung Kuda, Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (20/5/2025).
Dalam unjuk rasa para pengemudi Ojol menyuarakan 5 tuntutan pokok kepada pemerintah. Yakni sebagai berikut :
1. Menurunkan biaya layanan dari 35 persen menjadi 10 persen. L
2. Revisi sistem penetapan tarif dan menghilangkan program tarif hemat, aceng, slot dan prioritas.
3. Memberikan sanksi tegas untuk para aplikator yang dinilai melanggar Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) KP No.1001 Tahun 2022.
4. Menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Menteri Perhubungan, Aplikator, Asosiasi ojek online untuk membahas terkait sistem dan regulasi transportasi online.
5. Penyesuaian tarif pemesanan makanan serta layanan pengiriman barang bersama seluruh pihak terkait.
Selain itu, mereka juga berharap dengan mengadakan aksi unjuk rasa ini adalah dapat bertemu dan bermediasi langsung dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
Namun sayangnya keinginan tersebut, tidak tercapai karena Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, tidak berada di tempat. Tetapi Kapolda Metro Jaya.
Irjen Pol Karyoto melalui Kementerian Koordinasi Politik dan Keamanan (Kemenkopolkam), menginformasikan kepada massa demo bahwa Wamenkopolkam, Lodewijk Freidrich Paulus dan Dirjen Perhubungan Darat Risyapudin Nursin, bersedia menerima aspirasi para pengemudi ojek online dan siap bermediasi di Kantor Kemenkopolkam.
Pada akhirnya pendemo menyetujui tawaran tersebut, yakni dengan menunjuk perwakilan Aliansi Ojek Online dari 25 kota Indonesia. Antara lain dari Jogjakarta, Subang, Rangkasbitung serta beberapa kota lainnya. © RED/TUBAGUS ANDRI MAULANA /EDITOR : GOES