BEKASI (POSBERITAKOTA) – Sebagai bentuk kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat sekitar, SMA Yasfi (Yayasan Fisabilillah) berkolaborasi dengan sejumlah pihak untuk menggelar sunatan massal. Sedangkan kegiatan itu sendiri diadakan Minggu (15/6/2025) kemarin, bertempat di Kota Bekasi yang diberi tajuk ‘SMA Yasfi Peduli’.
OSIS SMA Yasfi bertindak sebagai pihak yang menginisiasi kegiatan. Tidak kurang dari 60 anak-anak ikut dalam gelaran sunatan massal, dimana dibuka langsung oleh Wakil Walikota Bekasi, Dr Abdul Harris Bobihoe M.Si. Selain itu juga didukung penuh pihak BNI, PSTORE serta Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) DKI Jakarta.
Dalam keterangannya, Kliko TB Mulyono selaku CSR Dept Head Divisi CSE BNI, menyebutkablm bahwa agenda tersebut merupakan kegiatan yang sejalan dengan salah satu program bentuk kepedulian sosial BNI terhadap peningkatan kesehatan masyarakat.
“Jika anak sudah dikhitan, insya Allah bakal menjadi orang-orang yang tambah dewasa dan taqwa. Kedepannya, kita harapkan dari mereka bisa menjadi pemimpin yang berakhlakul khorimah,” ucap Kliko TB Mulyono, menerangkan.
Sedangkan Wakil Walikota Bekasi, Dr Abdul Harris Bobihoe MS, tak lupa menyampaikan sikap apresiasi kepada SMA Yasfi. Terutama terhadap keberadaan OSIS-nya yang sangat luar biasa. Apalagi bisa mengadakan kegiatan yang sangat positif seperti sunatan massal.
“Hal ini kan sangat besar manfaatnya, terutama bagi generasi muda dimasa mendatang. Makanya, ayo kita bangkitkan kegiatan semacam ini. Terima kasih buat SMA Yasfi yang berkedudukan di Kota Bekasi,” tegasnya.
Lebih jauh Abdul Harris menambahkan dari sunatN massal diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah -sekolah lain. Terutama di dalam mengadakan kegiatan yang bermanfaat bagi siswa dan masyarakat. Bahkan dengan kerjasama yang baik antara pemerintah, lembaga pendidikan serta organisasi kemanusiaan seperti BSMI, diharapkan tujuan untuk menciptakan generasi yang sehat dan berdaya saing tinggi dapat tercapai. Pada Agustus mendatang, SMA YASFI juga mengajak masyarakat untuk melakukan donor darah.
Sedangkan Kepala SMA Yasfi, Wisnu Dwi Untoro SE, juga menambahkan bahwa kegiatan ini akan dijadikan kegiatan tahunan. Tentu saja bertujuan untuk membentuk siswa yang tidak hanya cerdas akademis, tetapi juga memiliki kesadaran akan pentingnya kesehatan, kemandirian maupuntoleransi beragama.
Sementara itu Koordinator Bidang Program BSMI, Pardian Sulaiman S.Sos, ikut menjelaskan bahwa untuk sunatan massal, BSMI pun menggunakan Smart Klamp. Yakni sebuah metode sunat modern. Dengan menggunakan alat sekali pakai berbentuk tabung (Klamp) yang dilengkapi klem.
“Yang jelas, alat itu memang dirancang untuk memotong kulup dan menjepitnya, guna mencegah pendarahan. Namun kelebihan metode itu adalah prosesnya. Bisa cepat, minim rasa sakit, tidak memerlukan jahitan dan memungkinkan pasien untuk langsung beraktivitas setelahnya” pungkasnya.
Menurut Widi, salah satu orangtua peserta sunatan massal yang bernama M Aditya (10th) siswa kelas 5A SDN Jatimurni 6, engatakan bahwa sekarang ini perekonomian semakin merosot. Maka itu beberapa tertunda untuk disunat.
“Syukur alhamdulillah, tiba-tiba ada kegiatan SMA Yasfi Peduli, khusus untuk sunatan massal. Hal ini kan bisa meringankan beban orangtua,” tegasnya, mengakhiri keterangannya. © RED/RAMADHAN ARDIANSYAH /EDITOR : GOES

