PosBeritaKota.com
Megapolitan

Desak Pemprov DKI Kembalikan Jadi Pesta Rakyat, LEGISLATOR H MUHAMMAD IDRIS SE : “Jakarta Fair 2025 Serba Mahal”

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI diminta agar mengembalikan Pekan Raya Jakarta (Jakarta Fair 2025) benar-benar jadi pesta rakyat. Sebab, pelaksanaan yang sekarang banyak dikeluhkan pengunjung, karena serba mahal.

Desakan tersebut dilontarkan oleh Wakil Ketua Komisi D DPRD Jakarta, H Muhammad Idris SE saat diminta komentarnya terkait banyaknya keluhan pengunjung PRJ 2025 di Jakarta, Selasa (1/7/2025) sore.

Pemprov DKI perlu segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan PRJ. Kenapa? Karena, telah meninggalkan marwah sebagai Pesta Rakyat Jakarta. Kaum menengah ke bawah sekarang berpikir ulang untuk mengunjungi gelaran pameran tahunan akibat mahalnya tiket masuk, parkir kurang memadai, pungli serta kemacetan,” urainya.

Ditambahkan M Idris terkait tiket masuk di hari atau malam libur mencapai Rp 60 ribu, dirasakan sangat memberatkan terutama bagi warga masyarakat kelas bawah. Belum lagi jika ingin menikmati hiburan musik, malah dikenakan tiket tambahan yang jauh lebih mahal lagi.

Masih menurut politisi Partai NasDem satu ini, pihaknya mendesak Pemprov DKI agar mulai memikirkan untuk melanjutkan penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta (PRJ). Jakarta Fair itu awalnya melanjutkan program Pemprov dengan nama PRJ.

“Bahkan sering dikonotasikan dengan kepanjangan dari Pesta Rakyat Jakarta. Namun makin ke sini, hajatan Jakarta Fair semakin meninggalkan sentuhan kerakyatan. Semua serba mahal, tak terjangkau rakyat kecil,” urai M Idris, lagi.

Menurut dia lagi, sudah semestinya penyelenggara berbenah diri mempersiapkan fasilitasnya dengan baik. Juga menurunkan harga tiket masuk dan termasuk kenyamanan untuk parkir mobil dan motor. Karena itu pula, bakal diusulkan ke Pemprov DKI bahwa di masa mendatang Ancol bisa jadi lokasi pilihan penyelenggaraan PRJ yang merakyat jika sarana transportasinya sudah sangat memadai.

“Nah, jika MRT hingga Ancol sudah beroperasi, saya rasa Ancol bisa menjadi opsi pilihan untuk penyelengaraan PRJ,” saran M Idris seraya mengingatkan bahwa Gubernur DKI Jakarta supaya mengembalikan marwah PRJ sebagai pesta hiburan untuk semua lapisan masyarakat dalam memperingati HUT Jakarta.

“Sedangkan saat ini dengan harga tiket yang mahal hingga mencapai Rp 60 ribu per orang, tentu masih sangat sulit dijangkau oleh warga kurang mampu. Apalagi, itu hanya untuk masuk saja. Dan, harus beli tiket lagi apabila ingin menikmati hiburan seperti pentas musik. Begitu pula untuk harga-harga makanan dan minuman yang tersedia di arena PRJ,” urainya, panjang lebar.

Pada bagian lain, diingatkan M Idris bahwa Pemprov Jakarta harus tetap merasa memiliki event PRJ dan melibatkan diri secara langsung. Dengan begitu, pihak swasta sebagai penyelenggara juga merasa diawasi dan meyakini bahwa sampai kapan pun PRJ ini tetap menjadi event Jakarta.

“Begitu pula termasuk pelaku UMKM harus menjadi perhatian. Jangan mereka menyewa stand dengan harga mahal. Sebab, dampaknya pasti mereka akan menaikkan harga jual produknya,” pungkas M Idris. © RED/AGUS SANTOSA

Related posts

Tahun 2021 Masih Dihantui Pandemi COVID-19, H BECENG Minta Warga Jakarta Makin Disiplin Protokol Kesehatan

Redaksi Posberitakota

Masuk 50 Besar Kota Global di Tahun 2029, GUBERNUR PRAMONO ANUNG Ungkap Target Saat Hadiri Peluncuran ICIA

Redaksi Posberitakota

Tak Temukan Warga Miskin di Jakpus, BPS Kembali Ditantang LSM Peduli Jakarta untuk Blusukan

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment

Beranda
Terkini
Trending
Kontak
Tentang