JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Pada momentum 10 Muharram atau yang selalu dikaitkan dengan Lebaran Anak Yatim, DKM Masjid Jami Baiturahman di Jalan Rawa Kepa Utama Utama Nomor 80 RT008/012, Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakbar, memberikan santunan, Minggu (6/7/2025).
Kegiatan keagaman yang selalu dilaksanakan setiap setahun sekali itu, terselenggara berkat kebersamaan DKM dengan donatur dari warga setempat. Selain itu juga disupport oleh PT Pupuk Sriwijaya (Putri).
Disebutkan bahwa kurang dari sebulan, akhirnya terkumpul dana sebesar Rp 17 juta. Namun pihak DKM ikut menambahkan sehingga untuk kegiatan tersebut, total keseluruhan dana yang dikeluarkan menjadi sebesar Rp 19.250.000.
Diharapkan Ketua DKM Masjid Baiturahman, Ustadz Suhendi, kegiatan yang dilaksanakan nantinya bisa terus berjalan setiap tahunnya. “Kami dari DKM Baiturahman bekerja sama dengan pengurus RW 012 dan juga RT-RT setempat,” katanya.
Ditambahkan Ustadz Suhendi bahwa dari kegiatan santunan kepada anak yatim, semoga bisa lebih bermanfaat. “Harapannya, doa kita semua agar kedepan bisa kembali dilaksanakan. Selain bisa memberika nilai kebahagian bagi anak-anak kita,” ucap Ustadz Suhendi, lagi.
Sedangkan Ketua DKM Kelurahan Tomang, Ustadz Nurul Ismi, ikut menambahkan bahwa sejarah 10 Muharam, banyak peristiwa besar yang dialami para Nabi-nabi. Terumana di dalam menjalankan dakwah-dakwahnya.
“Seperti tepat pada 10 Muharram ada berbagai kisah yang dialami oleh para Nabi. Contohnya adalah Nabi Adam AS, yakni kakek kita yang dibuang oleh Allah SWT dari surga ke dunia. Hal itu karena melakukan dosa yaitu melanggar larangan Allah SWT dengan memakan buah kulbi,” ungkapnya.
Masih menurut keterangan Ustadz Nuril Ismi bahwa Nabi saja melakulan satu dosa. Lalu, dikeluarkan dari surga. “Bagaimana dengan kita yang banyak berbuat dosa, malah kepengen masuk surga. Kita berharap bisa masuk surga. Sebab, selama 40 tahun Nabi Adam AS memohon ampun kepada Allah SWT. Baru, pada 10 Muharram, dosanya diampuni,” ungkapnya.
Begitu pula terhadap Nabi Ibrahim AS yang dibakar. Penyebabnya karena telah menghancurkan berhala dan sempat memita kepada para penyembah berhala untuk menanyakan kepada berhala yang paling besar dan tergantung kapak.
Karena itu pula, Nabi Ibrahim dituding sudah gila. Sampai akhirnya dibakar, namun berkat pertolongan dari Allah SWT, tubuhnya sama sekali tidak terbakar dan bahkan sehelai rambutnya pun. Tidak sedikit kisah Nabi-nabi lainnya yang terjadi bertepatan dengan jatuhnya 10 Muharram.
Sementara itu selaku perwakilan dari ikatan istri Pupuk Indonesia Logistik( Pupuk Sriwijaya), Heri Sumantri, mengatakan bahwa ikatan Istri Pupuk Indonesia Logistik, bakal fokus membantu kegiatan agama besar Islam.
“Dalam hal ini, saya mewakili Ikatan Istri Pupuk Logistik. Kami akan terus memiliki kepedulian terhadap kegiatan agama atau hari besar Islam yang jatuh pada 10 Muharram ini,” pungkas Heri Sumantri. © RED/POE-JIE/ EDITOR : GOES