JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Sungguh terlalu! Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Satgas Pangan telah menemukan 212 merek beras yang produknya tidak sesuai standar atau berisi beras oplosan.
Karena itulah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa temuan beras oplosan itu telah dilaporkan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hingga Jaksa Agung, agar diproses lebih lanjut.
Sedangkan praktik oplosan dan mengemas ulang beras mengakibatkan kerugian besar bagi konsumen mencapai Rp 99 triliun per tahun.
Empat perusahaan besar yang memproduksi beras dengan kemasan tak sesuai regulasi kini tengah diperiksa oleh polisi. Keempatnya adalah Wilmar Group, PT Food Station Tjipinang Jaya, PT Belitang Panen Raya dan PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok menyikapi terkait informasi tentang indikasi pelanggaran kualitas beras di ritel modern, PT. Food Station Tjipinang.
Menurutnya bahwa pihak Food Station Tjipinang telah memenuhi panggilan Bareskrim Polri untuk memberikan keterangan. Kata dia kemungkinan pemanggilan berikutnya setelah hasil analisis pemeriksaan terhadap sampel oleh Satgas Pangan selesai dilakukan.
Meski begitu, kata Hasudungan, diharapkan agar menunggu hasil investigasi dari pihak yang berwajib terkait informasi yang beredar pada saat ini. Bahkan pihak Pangan Daerah Provinsi DKI Jakarta saat ini sedang melakukan pengujian mutu 50 sampel beras dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Selain memastikan mutu pangan bersubsidi, Pemprov DKI juga terus melakukan upaya memberikan jaminan keamanan pangan yang beredar di pasaran kepada masyarakat DKI Jakarta. “Maka itu, dihimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hari dalam membeli beras,” pungkasnya. © RED/AGUS SANTOSA

