JAKARTA (POSBERITAKOTA) – MUI DKI Jakarta melalui Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) secara resmi telah menjalin kerjasama strategis dengan Badan Pendidikan Kader Ulama (BP PKU) MUI DKI Jakarta. Sedangkan kolaborasi tersebut, ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Mou) Senin (18/8/2025) yang baru lalu di Cisarua, Bogor, Jawa Barat.
Untuk penandatanganan langsung dilakukan oleh Direktur LPPOM MUI DKI Jakarta, Drg H Deden Edi Soetrisna MM dan Direktur BP PKU MUI DKI Jakarta, KH Muladi Ph.D. Dalam acara tersebut disaksikan Ketua MUI DKI Jakarta, KH Muhammad Faiz Syukron Makmun serta Prof Dr Bunyamin, Kepala Bidang Pendidikan MUI DKI Jakarta.
Dari jalinan kerjasama itu sendiri melahirkan Program Duta Halal MUI DKI Jakarta, sebuah inisiatif untuk mencetak kader muda yang berperan sebagai agen sosialisasi dan edukasi halal di masyarakat.
“Jadi, khusus Program Duta Halal ini menjadi langkah nyata MUI DKI Jakarta dalam mendukung Pemerintah memperluas literasi halal. Bahkan, kami berharap para kader dapat menjadi pionir yang mengajak masyarakat semakin peduli terhadap produk halal,” tegas KH Muladi Ph.D selaku Direktur BP PKU MUI DKI Jakarta, melalui keterangan persnya yang diterima POSBERITAKOTA Rabu (20/8/2025).
Dalam kesempatan yang sama Direktur LPPOM MUI DKI Jakarta, Drg Deden Edi Soetrisna MM, ikut menambahkan bahwa Program Duta Halal akan dibekali pendidikan, wawasan dan keterampilan menyampaikan pentingnya halal. Artinya, tidak hanya dari sisi agama. Tetapi juga kesehatan, etika bisnis dan kepentingan masyarakat luas.
Sedangkan Prof Dr Bunyamin justru menekankan implementasi ilmu kader ulama. Sebab, menurutnya, peran kader bukan hanya sebatas teori, melainkan juga praktik yang langsung bermanfaat bagi masyarakat, termasuk dalam edukasi halal.
Melalui Program Duta Halal ini diharapkan dapat membawa sejumlah dampak positif yang antara lain:
1. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kewajiban halal dan penerapannya dalam usaha.
2. Memperkuat citra MUI sebagai lembaga pembina halal yang aktif, solutif, dan relevan dengan kebutuhan umat.
3. Mempercepat pertumbuhan ekosistem halal di DKI Jakarta serta memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Sementara itu Ketua MUI DKI Jakarta, KH Muhammad Faiz Syukron Makmun, menyambut baik lahirnya Program Duta Halal.
“Kenapa? Karena, Program Duta Halal ini adalah bentuk nyata pengabdian MUI kepada umat. Melalui Duta Halal, kita ingin memastikan Jakarta menjadi motor penggerak ekosistem halal di Indonesia,” urainya, panjang lebar.
Disebutkan pula bahwa dengan sinergi antara LPPOM MUI DKI dan BP PKU MUI DKI, Program Duta Halal diharapkan menjadi inspirasi dalam memperkuat pelayanan umat sekaligus mendukung visi besar Indonesia sebagai pusat industri halal dunia. © REL/RAMADHAN ALDIANSYAH/ EDITOR : GOES

