BEKASI (POSBERITAKOTA) – Kemandirian ekonomi menjadi program prioritas Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Jatiasih untuk periode 2025-2028, sejalan dengan arahan pimpinan pusat yang membentuk Badan Usaha Milik Ansor (BUMAK). Komitmen tersebut ditegaskan, dalam Konferensi Anak Cabang (Konfercab) yang digelar, Sabtu (27/9/2025).
Forum tertinggi organisasi tingkat anak cabang yang mengusung tema ‘Menjagamu p Stabilitas dan Menggerakkan Kekuatan’ ini, berlangsung di Aula Kelurahan Jatiasih dengan dihadiri 60 kader dari 6 ranting serta tokoh ulama dan pejabat setempat.
Dikatakan Ketua Pelaksana Konfercab, Samsul Bahari, GP Ansor Jatiasih akan mengikuti kebijakan pimpinan pusat, yang fokus pada pemberdayaan ekonomi umat. “Kita patuh dan satu komando, dengan pimpinan pusat yang hari ini fokusnya adalah kemandirian ekonomi,” tuturnya.
Lebih jauh, Samsul menjelaskan bahwa BUMAK yang telah dibentuk di tingkat pusat akan direplikasi hingga level kecamatan. Program ini menjadi salah satu dari tiga kekuatan utama yang akan digerakkan, selain kaderisasi dan pemanfaatan media digital.
Sementara itu Sekretaris Pimpinan Anak Cabang (PAC) Jatiasih, M Djazuli, memaparkan tema Konfercab mencerminkan dua aspek strategis organisasi. Stabilitas meliputi ideologi dan kepengurusan, sementara kekuatan difokuskan pada tiga pilar pembangunan.
“Stabilitas ideologi, stabilitas kepengurusan organisasi, kemudian kita akan menggerakkan kekuatan kaderisasi, kekuatan kemandirian ekonomi dan media digital,” tegas Djazuli, lagi.
Pelaksanaan Konfercab yang dihadiri Camat Jatiasih, Lurah Jatiasih dan Ketua GP Ansor Kota Bekasi Hasan Muhtar tersebut, menjadi momentum evaluasi sekaligus pemilihan pimpinan baru. Setiap ranting dari 6 kelurahan, mengirimkan 10 perwakilan dengan satu hak suara untuk proses pemilihan.
Kembali dijelaska Samsul terkait mekanisme demokratis yang diterapkan dalam Konfercab. Calon ketua harus mendapat dukungan, minimal 3 ranting dari total 6 ranting yang ada.
“Setiap ranting punya satu hak suara dan berhak merekomendasikan. Orang yang direkomendasikan minimal 3 ranting bisa mencalonkan menjadi ketua,” ujarnya.
Agenda Konfercab dibagi dalam 5 sidang pleno yang membahas tata tertib, visi organisasi hingga 3 komisi khusus. Komisi tersebut meliputi rekomendasi, program kerja dan keorganisasian yang akan menjadi panduan periode mendatang.
“Sebenarnya siapapun boleh mencalonkan diri sebagai ketua. Tentu saja asal memenuhi syarat yang sudah diatur dalam Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga,” terang Samsul, menambahkan.
Untuk persiapan Konfercab dinilai tertib secara administrasi, setelah GP Ansor Jatiasih menyelesaikan Musyawarah Anggota di tingkat kelurahan dan memilih ketua baru di tingkat ranting. Hal ini menunjukkan kematangan organisasi, terutama dalam menjalankan mekanisme demokrasi internal.
Masih dalam kesempatan yang sama, Ketua GP Ansor Kota Bekasi Hasan Muhtar, mengapresiasi pelaksanaan Konfercab yang berjalan lancar dan demokratis. Bahkan berharap, pimpinan terpilih mampu menggerakkan seluruh kader untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat.
“Semoga Konfercab ini menghasilkan pimpinan yang mampu menggerakkan seluruh kader, untuk berperan aktif di tengah masyarakat dan berkontribusi nyata bagi pembangunan Kota Bekasi, khususnya Kecamatan Jatiasih,” harap Hasan.
Antusiasme kader terlihat dari kemeriahan acara yang dihiasi ratusan bendera Ansor dan Banser. Hasil konfercab diharapkan memperkuat konsolidasi dan kinerja GP Ansor Jatiasih, dalam mewujudkan program kemandirian ekonomi dan pemberdayaan masyarakat tiga tahun ke depan. © RED/DEWA BKS/EDITOR : GOES