Awas Protokoler Fasis, REPUBLIK GUNTING KARTU ID

OLEH : BENZ JONO HARTONO

WARTAWAN CNN bertanya soal MBG beracun, langsung dicabut ID card Istana. Alasanya dari pihak istana karena, “Pertanyaan tidak sesuai acara.”

MUNCUL PERTANYAAN KITA

1. Apakah Presiden tidak boleh tahu penderitaan rakyat?

2. Atau, memang mata dan telinga Prabowo sudah ditutup rapat oleh orang disekitarnya?

KITA HARUS HATI-HATI

Hari ini wartawan dicabut kartunya, besok rakyat bisa dicabut suaranya.

Demokrasi mati bukan karena kudeta, tapi karena protokoler fasis yang merasa lebih tinggi dari konstitusi.

Perlu diingat oleh pihak Istana Presiden Prabowo Subianto bahwa :

Suara rakyat bukan sampah.

Kartu pers bukan mainan.

– Dan, Presiden bukan boneka kaca.

Protokoler Istana hari ini tampak lebih galak dari Kaisar Romawi. Bedanya, kalau di Roma dulu, gladiator bisa memilih senjata, sedangkan di Istana sekarang, wartawan bahkan tidak boleh memilih pertanyaan.

Kalau begini caranya, mungkin sebentar lagi kita akan punya aturan baru, wartawan yang bertanya wajib menghafal doa pujian dulu sebelum bicara.

Dan, kalau itu benar-benar terjadi, selamat datang di Republik Fasis Protokoler tempat dimana suara rakyat bukan hanya diredam, tapi dipotong pakai gunting kartu ID. (***/goes)

(PENULIS : BENZ JONO HARTONO adalah Praktisi Media Massa, kini tinggal di Jakarta)

Related posts

Kriminologi 500 Tahun Jakarta, Agustus 1945 : Ketika Jakarta Kota Tanpa Tuan (Seri 20)

Makna Perintah Qurban Sebagai Bagian Dimensi Spiritualitas, Membunuh Sifat Kebinatangan dari Manusia Itu Sendiri

Kriminologi 500 Tahun Jakarta, Pendudukan Jepang-Teror Kempeitai dan Kriminalisasi Informasi (Seri-19)