JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Kongres Istimewa Majelis Kaum Betawi (BKB) sepakat dijalani oleh Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Betawi dan Bamus Suku Betawi 1982. Bahkan melalui momentum penting tersebut sekaligus ingin dijadikan ajang silaturahmi serta rekonsiliasi akbar warga Betawi.
Sedangkan untuk tekad lain yang ingin digapai adalah dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil, makmur serta sejahtera. Termasuk guna menyongsong Jakarta sebagai Kota Global dan 5 Abad Jakarta.

Pada pelaksanaan Kongres Istimewa MKB yang diadakan di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Sabtu (18/10/2025), turut dihadiri para sesepuh dan tokoh Betawi serta perwakilan 171 organisasi masyarakat (Ormas) Betawi yang dinaungi Bamus Betawi dan Bamus Suku Betawi 1982.
Bahkan disebutkan bahwa Kongres Istimewa MKB justru menjadi mile stone penting untuk menguatkan persatuan kaum Betawi dengan tiga point penting yang telah disepakati.
Pertama, mengenai revisi Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi sehingga selaras dengan Undang Undang Pemajuan Kebudayaan Nomor Tahun 2017 dan Undang Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah khusus Jakarta.

Kedua, mengokohkan status dan kedudukan MKB sebagai satu-satunya pilar utama serta wadah berhimpun bagi masyarakat Betawi dan Jakarta pada umumnya yang mengedepankan nilai-nilai luhur budaya masyarakat Betawi.
Ketiga, menyepakati Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012, Fauzi Bowo sebagai Ketua Dewan Adat MKB dan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Marullah Mattali sebagai Ketua Wali Amanah MKB.
Saat memberikan sambutan dan sekaligus membuka acara, Marullah Mattali mengatakan bahwa Kongres Istimewa MKB ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang sudah dilakukan Fauzi Bowo, Riano Ahmad serta Syarief Hidayatullah dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.

“Seperti diketahui bahwa Pak Gubenur mengamanahkan untuk menciptakan suasana Betawi yang semakin kuat. Dari situ, maka beliau sarankan untuk melakukan Kongres. Terutama dalam menghadapi Jakarta menjadi Kota Global kedepannya,” ucap Marullah Mattali, seusai mewakili Pramono Anung membuka pelaksanaan Kongres Istimewa MKB tersebut.
Selanjutnya, Marullah Mattali menambahkan bahwa hasil dari kongres ini nantinya akan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. “Namun yang terpenting kita harus guyub, kompak dan bersatu padu. Jika ada perbedaan, selesaikan dengan baik di internal, agar Betawi bisa terus berkontribusi positif,” pintanya.

Namun sebelumnya dalam kesempatan yang sama, Ketua Steering Committee (SC) Kongres Istimewa Kaum Betawi, Riano Ahmad, mengutarakan bahwa Kongres Istimewa MKB ini menjadi wadah penyatuan tekad masyarakat Betawi ditengah perubahan regulasi nasional.
“Bahkan melalui Kongres ini menjadi wadah semua potensi masyarakat Betawi untuk bersatu. Kita tahu ada dinamika regulasi terkait UU Nomor 2 Tahun 2024. Maka, kita harus menyesuaikan diri setelah Jakarta tidak lagi menjadi Ibukota nantinya,” katanya.

Sementara itu Ketua Organizing Committee (OC), H Zainuddin atau akrab disapa Haji Oding, ikut menambahkan bahwa Kongres kali ini dihadiri oleh hampir seluruh unsur masyarakat Betawi.
“Seluruhnya ada hadir 171 Ketua Umum Ormas Betawi dari total 176. Jadi, sekitar 99,5 persen hadir. Selain itu, ada pula dari unsur pemerintah daerah, tokoh, sesepuh, alim ulama serta banyak lagi yang lainnya,” tutup Haji Oding. © RED/AGUS SANTOSA

