PosBeritaKota.com
Nasional Top News

Sudah Bentuk Satgas, KEMENAG RI Komit & Serius Kembangkan Pesantren Ramah Anak

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Selain sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan, Menag Nasaruddin Umar melalui kementerian agama (Kemenag RI) menegaskan komitmen dan keseriusannya dalam mengembangkan pesantren ramah anak.

“Kedepan kita mau bahwa setiap lembaga pendidikan baik itu sekolah, madrasah maupun pesantren harus menjadi tempat yang ramah anak. Artinya, harus zero dari kekerasan,” janji Menag RI di Jakarta, Minggu (26/10/2025).

Masih dalam keterangannya, Kemenag RI serius dengan pengembangan pesantren ramah anak. “Maka itu, kita pun membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan,” imbuhnya.

Seperti diketahui sebelumnya, PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 8 Juli 2025 yang baru lalu, merilis temuan riset dalam buku ‘Menuju Pesantren Ramah Anak dan Menjaga Marwah Pesantren’. Riset dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif selama 2023 – 2024 terhadap 514 pesantren. Sedangkan temuan utama menunjukkan bahwa ada 1,06% dari 43.000 pesantren yang tergolong memiliki kerentanan tinggi terhadap kekerasan seksual.

“Namun angka kerentanan sebagaimana temuan riset PPIM, tentu bakal menjadi perhatian serius Kemenag RI dalam merumuskan upaya pencegahan. Kita juga mengajak 98,9% pesantren yang dinilai memiliki daya tahan lebih besar daripada kerentanannya. Yakni untuk berbagi praktek baik upaya pencegahan kekerasan di lembaga pendidikan. Hal ini komitmen penting untuk kita bersama,” ucap Menag RI, menambahkan.

Selanjutnya Kementerian Agama juga telah menjalin kesepakatan dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (KemenPPPA). Ini juga merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk memastikan anak-anak yang menempuh pendidikan mendapatkan perlindungan dan pemenuhan haknya. Kesepakatan itu dilakukan sebagai upaya untuk mencegah kekerasan pada santri pesantren.

“Sebagai salah satu bentuk upaya tersebut adalah dengan menerapkan pola pengasuhan ramah anak di satuan pendidikan keagamaan yang terintegrasi dengan asrama,” pungkas Menag Nasaruddin Umar. © RED/APRILIO RIZKY /EDITOR : GOES

Related posts

Berdasarkan Survei IPSOS Indonesia, PEMERINTAH Lebih Sibuk Kampanye 3M Ketimbang 3T Saat Pandemi COVID-19

Redaksi Posberitakota

Tak Bawa Perubahan, HUT KE-18 PROVINSI BANTEN : Didemo Dua Kelompok Mahasiswa

Redaksi Posberitakota

Guna Antisipasi Cuaca Ekstrem, DINAS SDA DKI JAKARTA Mensiagakan Pompa & Mempercepat Pengerukan Kali/Waduk

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment

Beranda
Terkini
Trending
Kontak
Tentang