PosBeritaKota.com
Megapolitan

Tersebar ke 34 SMA Negeri di Jaktim, WALIKOTA MUNJIRIN : “Peserta Try Out KJP Membludak Capai 2.236 Siswa”

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Minat siswa yang siap menghadapi seleksi serentak untuk masuk perguruan tinggi (PT) melalui Program KJP Try Out Gratis semakin membludak. Hal ini terlihat dari jumlah peserta try out gelombang kedua mencapai 2.236 siswa yang tersebar ke 34 SMA Negeri di Jakarta Timur (Jaktim), Selasa (18/11/2025).

Menurut Walikota Jakarta Timur, Munjirin, peningkatan jumlah peserta sangat signifikan. Sebab, saat kegiatan perdana yang diluncurkan langsung oleh Gubernur DKI Pramono Anung, jumlah pesertanya baru 441 siswa. Untuk pelaksanaan kali ini, tercatat membludak menjadi 2.236 siswa.

“Bahkan, tadi pagi sempat ada gangguan jaringan. Namun, syukur alhamdulillah, sudah diperbaiki dan seluruh proses kembali berjalan normal. Jadi, pelaksanaannya secara teknis ditangani oleh lembaga bimbingan belajar yang kita libatkan, yaitu NAIJU,” jelasnya kepada wartawan.

‎Saat meninjau langsung beberapa ruang ujian dan termasuk ke SMA Negeri 62 Jakarta Timur, Munjirin mendapati siswa mengikuti program try out dengan antusias. Bahkan mendengar langsung dari kalangan peserta, berharap frekuensi try out ditambah.



‎”Dari siswa yang saya tanya, senang nggak dengan program ini? Jawabannya ya itu tadi, minta ditambah. Memang rencana pelaksanaan ini tidak hanya sekali saja, tapi sampai empat atau lima kali menjelang seleksi penerimaan secara nasional mahasiswa baru.

Ditegaskannya lebih lanjut bahwa Try Out KJP dirancang untuk memastikan kesetaraan kesempatan bagi seluruh pelajar. Terutama bagi mereka yang tidak memiliki akses ke bimbingan belajar atau try out berbayar.

“Jadi, melalui program ini, kita ingin memastikan semua pelajar memiliki kesempatan yang sama. Tentu saja di dalam mempersiapkan diri untuk masuk ke perguruan tinggi,” ucap Munjirin, menambahkan.

Sedangkan selaku pelaksana teknis dari NAIJU, Taufik Tope Rendusara, menilai bahwa Program KJP Try Out Gratis ini, berperan penting di dalam membuka akses latihan terstruktur bagi penerima manfaat KJP.

“Sebab, banyak siswa KJP yang sebenarnya punya potensi besar, tetapi tidak memiliki akses ke latihan soal dan evaluasi rutin seperti siswa yang mengikuti bimbel berbayar. Nah, melalui try out ini, mereka bisa mengetahui posisi awal. Begitu pula kelemahan dan sekaligus strategi belajar yang perlu diperbaiki sebelum menghadapi seleksi perguruan tinggi,” tuturnya.

Sementara itu aktivis pendamping warga miskin kota, Iswadi, juga mengungkapkan bahwa kebijakan Pemprov DKI mengadakan Try Out KJP Gratis, justru dapat memberikan peluang besar bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

“Seperti kita tahu bahwa selama ini banyak anak ingin ikut bimbel atau try out, tapi biayanya tidak terjangkau. Melalui program ini, mereka akhirnya bisa merasakan pengalaman yang sama seperti siswa dari keluarga mampu,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Iswadi, manfaat program try out bukan hanya pada latihan soal. Tetapi, juga pada tumbuhnya keberanian serta kepercayaan diri siswa bahwa perguruan tinggi negeri tetap terbuka bagi seluruh kalangan. © RED/AGUS SANTOSA

Related posts

Kurangi Macet Jalan Protokol, DKI Bakal Naikkan Pajak Parkir di Thamrin-Sudirman

Redaksi Posberitakota

Jelang Tahun Baru 2023, H. ZAINUL MIFTAH Ajak Masyarakat Kota Bekasi Tetap Jaga Solidaritas & Kerukunan Beragama

Redaksi Posberitakota

MPLS Berlangsung Kondusif, KADISDIK DKI Sebut Tak Ada Perploncoan di Sekolah

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment

Beranda
Terkini
Trending
Kontak
Tentang