Setelah Jadi Lembaga Validasi & Verifikasi, BBPMB tekMIRA Gelar Kegiatan Bimtek untuk Penanganan Emisi GRK

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Sebagai upaya meningkatkan kapasitas pemangku kepentingan terkait pengendalian emisi Gas Rumah Kaca (GRK) terutama pada sektor Mineral dan Batubara, Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara (BBPMB) tekMIRA menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk penanganan emisi GRK.

Perlu diketahui bahwa BBPMB saat ini telah menjadi Lembaga Validasi dan Verifikasi SNI ISO/IEC 17029 (LVV tekMIRA). Untuk kegiatan Bimtek Penanganan emisi GRK, yakni meliputi (Inventarisasi, Pelaporan, Verifikasi dan Validasi) pada Kegiatan Pertambangan Mineral dan Batubara. Termasuk pula Fasilitas Pengembangan dan Pemanfaatan Minerba serta PLTU.

Dari kegiatan tersebut juga bertujuan memberikan pemahaman dan juga mengenai proses inventarisasi, pelaporan, verifikasi, validasi serta upaya mitigasi dan implementasi nilai ekonomi karbon. Hal ini ditujukan pada kegiatan pertambangan minerba termasuk fasilitas pengembangan dan pemanfaatan batubara minerba dan PLTU.

Dalam acara itu sendiri, dihadiri dari berbagai Perusahaan Pertambangan dari seluruh Indonesia. Juga termasuk dari Forty Resources memiliki peran yang sama, bagaimana menanggapi dan perihal apa saja yang di upayakan agar dapat meminimalisir dampak Emisi Gas Rumah Kaca?

Aditya selaku Direktur PT Forty Resource ikut dalam kegiatan upaya mitigasi dan implementasi terhadap dampak dari aktivitas penambangan.

Disebutkan bahwa PT. Forty Resources menjadi salah satu perusahaan yang tertarik untuk segera menerapkan sistem penanganan emisi karbon di lingkungan pertambangan.

Sedangkan bagi PT Forty Resources, penerapan sistem penanganan emisi karbon merupakan langkah awal untuk memastikan kegiatan pertambangan berjalan seimbang antara kepentingan ekonomi dan tanggungjawab lingkungan .

Pada saat nilai ekonomi karbon mulai diintegrasikan ke dalam strategi perusahaan, industri pertambangan Indonesia memiliki peluang untuk bertransformasi tanpa kehilangan daya saing.

Untuk harapan kedepannya, keberhasilan transisi ini bakal sangat ditentukan oleh kesiapan perusahaan dalam memahami dan menerapkan Nilai Ekonomi Karbon. © REL/AGUS SANTOSA

Related posts

Dukung Kebijakan Gubernur Pramono, Plt Sekretaris DPW PPP DKI Muhammad Hatta Siap Bantu Gencarkan Sosialisasi Program Pilah Sampah

Di Kabupaten Badung Bali, BBTF 2026 Rampung dan Transaksi Pariwisata Capai Rp 6,9 Triliun

Hindari Perilaku Seks Menyimpang, Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan Nikahkan Pasangan Pemulung di Kota Bekasi