JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Detik-detik pergantian tahun dari 2025 menuju 2026 tak lebih dari 90 menit kedepan bakal tiba waktunya. Meski kawasan Monumen Nasional (Monas) dan bundaran Hotel Indonesia (HI) diguyur hujan ringan, namun tak menyurutkan bagi ribuan warga Jakarta untuk melewatkan acara Malam Pergantian Tahun.
Apalagi kedua tempat tersebut, yakni kawasan Monas dan HI, tetap dijadikan favorit untuk dikunjungi. Bahkan, tak masalah biar di Malam Pergantian Tahun 2025 ke 2026 kali ini, minus alias dilarang untuk menyalahkan kembang api maupun petasan sebagai ciri khas selama ini.
Berdasarkan pantauan langsung POSBERITAKOTA, Rabu (31/12/2025) sejak lepas Maghrib tadi sebelum siraman gerimis maupu hujan ringan turun, para pengguna kendaraan motor mulai merangsek ke kawasan Monas dan bundaran HI. Mereka bersama keluarga menjadikan kedua tempat tersebut sebagai favorit kunjungan
“Iya, walaupun nanti, cuma mondar-mandir di kawasan Monas. Atau, duduk-duduk di rumput yang ada. Kami sudah biasa setiap tahun kayak begini,” celetuk Sukardi bersama istri dan kedua anaknya yang masih kecil-kecil saat ditemui di kawasan Monas, Jakarta Pusat.
Sebagai harapannya semoga hujan cepat berhenti. Dengan begitu, Sukardi (warga Depok) masih bisa merasa aman dan nyaman. Karena, menurutnya lagi, kalau kena hujan deras dan basah kuyup, risiko bakal jatuh sakit tak bakalan bisa dihindari.
Hal senada juga dituturkan Sunarti, ibu muda dengan satu anak, datang dari Bekasi. Ia bilang hampir setiap tahun atau pas Malam Tahun Baru, harus keluar rumah. Pilihannya, jika tidak ke kawasan Monas, bisa juga ke dekat bundaran Hotel Indonesia.
“Biar dari kejauhan, tapi kan masih bisa nonton hiburan musik. Nonton bisa sambil berdiri atau duduk dibawah. Ya, semoga saja sampai pukul 00.00 WIB nanti, hujan masih bisa kompromi dan berhenti,” ucapnya yang memilih kawasan HI untuk didatangi.
Para warga Jakarta yang datang ke Monas dan HI, tak khawatir untuk parkir motor. Biasa, mereka parkir sejak pukul 18.00 WIB dan baru akan pulang antara pukul 01.00 WIB atau lewat sedikit. Yang terpenting bisa merasa puas, karena kesampaian untuk ber-Malam Tahun Baru.
Di sisi lain, sejumlah pedagang mantel atau jas hujan dengan harga Rp 10 ribu, juga laris dibeli. Mereka berjaga-jaga jika tiba-tiba mendadak hujan deras. Begitu pun aneka pedagang makanan, juga ikut diserbu pembeli.
Sebenarnya suasana perayaan Malam Tahun Baru setiap tahunnya tak jauh berbeda. Di Monas, warga disuguhi kilatan cahaya yang sangat menarik mata untuk memandang. Sedangkan soal hiburan musik hanya bisa didengar dari kejauhan.
Tak ajak lagi bahwa selain air mancur, atraksi video mapping menjadi daya tarik utama yang paling dinanti malam ini oleh, warga masyarakat. Sebab, pertunjukan cahaya tersebut memproyeksikan visual indah pada badan Tugu Monas dengan jadwal yang telah ditentukan.
Begitu pun video mapping juga diselenggarakan dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung pada pukul 21.30 hingga 22.00 WIB. Sedangkan sesi kedua sebagai penutup rangkaian acara akan dimulai pada pukul 23.30 dan berakhir pada pukul 00.00 WIB bersamaan dengan penutupan kawasan.
Membludaknya warga nampak terlihat di kawasan bundaran HI. Kendaraan umum nyaris tak bisa melewati kawasan tersebut. Ribuan warga yang datang dari kawasan Jabodetabek, sepertinya juga tak peduli dengan guyuran hujan gerimis. © RED/AGUS SANTOSA

