JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Ditengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, banyak generasi muda mulai menyadari bahwa pengalaman saja tidak cukup. Perusahaan kini menuntut kompetensi yang lebih spesifik dan kualifikasi akademik yang lebih tinggi.
Jika ingin promosi jabatan, meningkatkan penghasilan, atau memperluas peluang karier, kamu perlu mengambil langkah strategis. Salah satu cara paling efektif adalah dengan kuliah sambil kerja.
Pada faktanya banyak pekerja ragu melanjutkan pendidikan karena merasa waktu kerja menjadi penghalang utama. Padahal, saat ini sistem perkuliahan sudah semakin fleksibel. Kamu tidak perlu lagi memilih antara karier atau pendidikan karena keduanya bisa dijalankan secara seimbang.
Solusi Kuliah Fleksibel untuk Pekerja Muda
Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Sukabumi sebagai Kampus Digital Kreatif menghadirkan Program Kelas Karyawan untuk menjawab kebutuhan para profesional yang ingin meningkatkan jenjang pendidikan tanpa meninggalkan pekerjaan.
Program ini dirancang agar mahasiswa tetap produktif di kantor sekaligus berkembang secara akademik. Jadwal kuliahnya hanya di hari Jumat dan Sabtu tanpa mengganggu aktivitas kerja.
Kepala Kampus UBSI kampus Sukabumi, Jamal Maulana Hudin, menegaskan bahwa program ini memang dirancang untuk menjawab kebutuhan generasi muda saat ini.
“Kami memahami bahwa banyak anak muda ingin berkembang tanpa harus meninggalkan pekerjaan. Karena itu, UBSI menghadirkan sistem kuliah yang fleksibel, terstruktur, dan tetap berkualitas agar mereka bisa menjalankan keduanya secara seimbang,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa fleksibilitas bukan berarti mengurangi kualitas pendidikan. “Kami memastikan kurikulum tetap relevan dengan kebutuhan industri. Jadi mahasiswa tidak hanya kuliah, tetapi juga mendapatkan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan di dunia kerja,” tambahnya.
Dengan sistem yang fleksibel dan terstruktur, mahasiswa dapat mengatur waktu belajar secara lebih efektif. Konsep ini sangat relevan bagi generasi muda yang ingin terus berkembang tanpa harus mengorbankan stabilitas karier.
Sistem Hybrid Learning yang Adaptif
Sebagai kampus berbasis komputer di Sukabumi, UBSI menerapkan sistem perkuliahan hybrid learning yang memadukan tatap muka dan pembelajaran daring. Sistem ini memungkinkan mahasiswa mengikuti perkuliahan dengan lebih praktis dan efisien.
Jadwal kuliah dilaksanakan setiap Jumat dan Sabtu sehingga tidak mengganggu jam kerja pada hari aktif. Dengan model pembelajaran ini, kuliah sambil kerja menjadi lebih realistis dan terencana.
Jamal juga menyoroti pentingnya adaptasi teknologi dalam sistem pembelajaran saat ini.
“Melalui sistem hybrid learning, mahasiswa bisa belajar lebih fleksibel tanpa kehilangan esensi pembelajaran. Ini menjadi solusi nyata bagi pekerja yang ingin tetap meningkatkan kualitas diri,” jelasnya.
Pilihan Program Studi Relevan dengan Dunia Kerja
Kelas Karyawan di UBSI kampus Sukabumi menawarkan beberapa pilihan jurusan yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini, yaitu S1 Sistem Informasi, S1 Akuntansi, dan S1 Informatika. Kurikulum dirancang aplikatif dan mengikuti perkembangan teknologi, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori tetapi juga memiliki keterampilan teknis dan analitis yang dibutuhkan di era digital.
Melalui program studi tersebut, mahasiswa dapat memperkuat kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan meningkatkan daya saing profesional.
Biaya Kuliah Terjangkau dan Transparan
Selain fleksibel, Program Kelas Karyawan juga menawarkan biaya kuliah yang terjangkau mulai dari Rp430 ribu per bulan serta bebas uang gedung sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Skema pembayaran ini membantu mahasiswa merencanakan pendidikan tanpa membebani kondisi finansial. Dengan sistem biaya yang terstruktur dan transparan, kuliah sambil kerja menjadi pilihan yang lebih rasional dan terjangkau bagi generasi muda.
Investasi Pendidikan untuk Masa Depan
Melalui sistem pembelajaran modern dan dukungan, UBSI kampus Sukabumi berkomitmen mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja. Kuliah sambil kerja bukan sekadar mengejar gelar sarjana, tetapi juga membangun kompetensi, meningkatkan kepercayaan diri, dan membuka peluang karier yang lebih luas. © RED/RAMADHAN ALDIANSYAH/EDITOR : GOES

