Pemprov DKI Serius Basmi Ikan Sapu-Sapu karena Sudah Dianggap Makin Meresahkan di Jakarta

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Tak bisa dipungkiri bahwa populasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta semakin meresahkan. Karena itulah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan serius untuk membasminya.

Seperti yang dikatakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, terkait banyaknya ikan sapu-sapu di sungai-sungai Jakarta telah memberikan dampak negatif. Baik iru terhadap ekosistem lokal maupun infrastruktur. Spesies ikan invasif ini menjadi predator bagi ikan-ikan lokal seperti wader dan mendominasi sumber makanan.

Bukan cuma itu saja. Keberadaam perilaku ikan sapu-sapu yang membuat sarang dengan melubangi tanah, dinilai sangat berdampak pada kerusakan tanggul-tanggul sungai di Jakarta.

“Maka dengan demikian khusunya penanganan untuk ikan sapu-sapu itu, bakal kami tangani secara serius. Kami juga berharap, mudah-mudahan saja Jakarta bisa jadi role model untuk itu,” tegas Gubernur Pramono Anung di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Selain itu, ditegaskan orang nomor satu di DKI Jakarta, penanganan ikan invasif ini akan dilakukan secara serius di seluruh wilayah administratif Jakarta. Bahkan, Pemprov DKI bakal menggelar rapat khusus, terkait penanganan ikan sapu-sapu dalam waktu dekat.

“Iya, dalam waktu dekat ini, Pemprov DKI Jakarta akan mengadakan rapat khusus mengenai ikan sapu-sapu. Saya malah akan minta seluruh walikota. Semua walikota wali kota untuk menangani ini karena memang dampaknya sudah terasa,” ujarnya.

Di sisi lain, Gubernur Pramono Anung juga berharap bahwa penanganan ikan sapu-sapu yang telah dilakukan di Jakarta Pusat, bisa menjadi contoh bagi wilayah lainnya dalam mengendalikan spesies ini.
“Tentu penanganan ikan sapu-sapu yang dilakukan di depan Plaza Indonesia itu, bisa sebagai contoh role model untuk di tempat-tempat lain,” pintanya. © RED/AGUS SANTOSA

Related posts

Dukung Kebijakan Gubernur Pramono, Plt Sekretaris DPW PPP DKI Muhammad Hatta Siap Bantu Gencarkan Sosialisasi Program Pilah Sampah

Kriminologi 500 Tahun Jakarta, Agustus 1945 : Ketika Jakarta Kota Tanpa Tuan (Seri 20)

Hindari Perilaku Seks Menyimpang, Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan Nikahkan Pasangan Pemulung di Kota Bekasi